Niat yang Menjadi Nyata di Gunung Guntur

“Saar, ada mobil Saaar. Ayo cepetan…” sontak kami pun berlari semampu kami, meski kaki sudah begitu pengkor akibat turun menuruni trek berkerikil dengan ngesot. Entah diletup api semangat dari mana, tubuh-tubuh yang terlalu lemah itu kembali bugar mengejar suara truk pickup sembari menerjang tumpukan batu bekas galian pasir…

Saat berada di Gunung Putri, saya dan Pandu melontarkan ajakan untuk mendaki gunung sambil nyebrang pulau. Tersebutlah teh Ghemi dan Salman mengiyakan untuk bergabung. Berikutnya, terbersitlah ide untuk latihan fisik di Gunung Guntur. Tanggal dipilih, pasukan disiapkan, berangkatlah kami ke Gunung Guntur dengan niat mengolah fisik. Sungguh mulutmu harimaumu itu benar nyata adanya, niat sederhana itu berubah menjadi nyata *elap airmata*.

Continue reading Niat yang Menjadi Nyata di Gunung Guntur

Nanjak Sambil Puasa di Gunung Putri

Berawal dari ketidakhadirannya kak Peye yang rusuh-rusuh ngerencanain trip ke Burangrang tapi dianya sendiri malah ga dateng, akhirnya grup fb Viator Mundi kala itu merencanakan untuk kembali ngetrip demi bisa ngumpul lagi. Sampai akhirnya muncullah ide dari kak Ilham, spesialisnya spot-spot kece tapi masih sepi di Bandung, ehehe. Kak Ilham ini menyebut satu tempat : Gunung Putri. Karena saat itu masih sangat jarang terdengar trip ke gunung ini, maka mengiyakanlah kami untuk ke sana meski bertepatan dengan bulan Ramadhan kala itu namun dijanjikan trek yang bersahabat, setujulah kami semua.

Continue reading Nanjak Sambil Puasa di Gunung Putri

Geng Uno di Pendakian Gunung Sumbing

Semua dimulai dengan event Europe on Screen 2014, di mana kami saling bertemu untuk mendiskusikan kesiapan kami berangkat menuju Wonosobo, yang diskusinya kebanyakan ngebully ulah mas Eko yang tempo hari ngegunung bawa 4 kardus camilan. Setelah fixed semua pembagian tugas bawaan, berjanjilah kami untuk berkumpul kembali di Basecamp Gunung Sumbing di Desa Garung, karena mas Eko akan berangkat dari Klaten sementara saya, Lia, Ade dan Pandu akan berangkat dari Jakarta.

Continue reading Geng Uno di Pendakian Gunung Sumbing

Seribu Kunang-kunang di Gunung Burangrang

Semua berawal dari ajakan di grup facebook Viator Mundi, grup yang berasal dari kami yang bertemu sewaktu naik Gunung Guntur di bulan Oktober 2013 lalu. Karena dirasa perlu dibuatkan wadah untuk bersilaturahim, maka diputuskan untuk membuat grup facebook yang namanya Viator Mundi sebagai upaya bagi kami untuk terus menziarahi dan mengeksplorasi bumi.

Setelah fixed tanggal bagi kami untuk berangkat, diputuskanlah Gunung Burangrang di Bandung melalui jalur sekolah polisi atau sering disebut Pos Komando, yang dahulu belum banyak dikenal menjadi tujuan mendaki, atau dalam kata lain mencari antimainstream lah.

Continue reading Seribu Kunang-kunang di Gunung Burangrang

Gunung Merbabu , It’s not About The Highest Peak But Friendship

Suatu ketika di Argopuro

“Eh ini tempat makannya siapa? Mas Andreas ya?”

“Iya Len, kamu bawa aja. Buatmu aja.”

“Jangan, oiya bulan depan Leni mau ke Merbabu, bisa sekalian ketemuan sambil balikin ya? Sama Mas Eko juga.”

“Wah iya kalau gitu.”

para tersangka utama di catper kali ini
para tersangka utama di catper kali ini

Continue reading Gunung Merbabu , It’s not About The Highest Peak But Friendship

Pendakian Gunung Argopuro ; What A Long and Winding Road

Satu momen di Gunung Cikuray, saat beristirahat di pos 3.

“ Iya, Argopuro tuh, Leuser-nya Jawa.”

“Leuser? Maksudnya kak?”

“Iya, trek terpanjang di pulau Jawa.”

Maka sepulang trip itu, saya pulang dengan pemahaman untuk lebih membuka mata tentang gunung-gunung di Indonesia.

Hingga akhirnya, kesempatan itu muncul, datang dari sebuah updatean kak Anggi di FB. Yap, kalau Cikuray dulu karena twitter, kali ini lewat FB. Generasi jaman sekarang banget saya -_-

Continue reading Pendakian Gunung Argopuro ; What A Long and Winding Road

Fun Hiking di Gunung Gede

Tugas menumpuk, UAS sebentar lagi menjelang, closing belum kelar, deadline buletin, sukses membuat saya galau sepanjang pekan. padahal kesehariannya juga galau terus  saat sedang hectic begitu, saya teringat sebuah postingan kawan di tumblr

Teman : Kalau kamu lagi galau pengennya ngapain?

Saya : Naik gunung

Teman : Terus bisa ilang gitu galaunya kalau sudah turun?

Saya : Nggak. Jadi makin galau pengen naik yang lain. Seperti sekarang ini

— Setiap orang punya ‘kagalauan’ masing-masing

source : klik di sini

 

Continue reading Fun Hiking di Gunung Gede

Gunung Cikuray : When Ur Knee Met Ur Head

Masih seminggu lagi hari yang dinanti tiba. Tapi saya masih saja gamang dengan tempat tujuan nanjak bersama kawan Rohis Periode Sekarang ( RPS ). Duh bagaimanalah ini? Booking Gn. Gede tak lagi menerbitkan harapan sedikitpun, pasrah, karena fullbooking untuk tanggal yang kami ajukan. Makin gamanglah saya ketika mengoordinasikan ini dengan kak Ida .

Saya : ” Alternatif lain kak? Gn. Guntur ?”

Kak Ida : ” Temanmu ada yg udah pernah kesana, len?”

Saya : ” belum ada kak, hmm, jadi gimana kak? ”

Kak Ida : ” kalau dipending jd awal juli gmn? kelamaan ya, hehe ”

What? Awal Juli? Pleaaseee, saya gak mau digorok kawan yang lagi pada giroh nanjak. Ga kebayang gimana raut mukanya Erlisa yang udah bela-belain beli carrier dan ngumumin ke seluruh penghuni rumahnya. Dan akhirnya tercetuslah ide….

Continue reading Gunung Cikuray : When Ur Knee Met Ur Head

First Nanjak : Gunung Papandayan

Garut, 13 April 2013

Sabtu pagi itu, tibalah kami di tempat pemberhentian bus daerah Garut. Semacam terminal bayangan.  Langit masih gelap, karena jam di tangan menunjukkan masih pukul 2 pagi. Saat leyeh-leyeh menunggu kedatangan truk yang akan mengangkut kami ke pos pertama Gunung Papandayan, tiba-tiba Nissa berteriak : “ Zaaak, tas gueee.” Sontak, kamipun panik. Ya, tasnya Nissa rupanya masih tertinggal di bagasi bus Primajasa yang tadi kami tumpangi. Untunglah ada akang ojek yang dengan kemampuan bermanuver tingggi bersedia mengejar tas yang tertinggal. Setelah melakukan aksi pengejaran dan tembak-menembak ala film action, sampailah tas tersebut di tangan kami dalam keadaan yang mengenaskan, penuh luka tusuk dan kelaparan. Sejenak, kamipun bisa bernafas lega, dan dengan terkumpulnya semua harta benda, berangkatlah kami menumpang truk terbuka. Ah, petualangan dimulaiii. Dan sepanjang perjalanan, scene tas yang tertinggal menjadi bahan fresh untuk membully Nissa. *free pukpuk untuk Nissa. Hembusan angin dan gemintang yang nampak dekat  di pandangan mata menjadi teman setia mengiringi perjalanan kami.

Jam 4, kami tiba di pos pertama penanjakan . Karena langit masih saja gelap, kami bersantai di warung-warung yang tersedia. Ceritanya sih sarapan, tapi menjadi berbeda karena diiringi hembusan angin yang cukup kencang. Terpal penutup warung tak cukup rupanya melindungi kami dari dinginnya angin daerah pegunungan.

Continue reading First Nanjak : Gunung Papandayan