First Nanjak : Gunung Papandayan

Garut, 13 April 2013

Sabtu pagi itu, tibalah kami di tempat pemberhentian bus daerah Garut. Semacam terminal bayangan.  Langit masih gelap, karena jam di tangan menunjukkan masih pukul 2 pagi. Saat leyeh-leyeh menunggu kedatangan truk yang akan mengangkut kami ke pos pertama Gunung Papandayan, tiba-tiba Nissa berteriak : “ Zaaak, tas gueee.” Sontak, kamipun panik. Ya, tasnya Nissa rupanya masih tertinggal di bagasi bus Primajasa yang tadi kami tumpangi. Untunglah ada akang ojek yang dengan kemampuan bermanuver tingggi bersedia mengejar tas yang tertinggal. Setelah melakukan aksi pengejaran dan tembak-menembak ala film action, sampailah tas tersebut di tangan kami dalam keadaan yang mengenaskan, penuh luka tusuk dan kelaparan. Sejenak, kamipun bisa bernafas lega, dan dengan terkumpulnya semua harta benda, berangkatlah kami menumpang truk terbuka. Ah, petualangan dimulaiii. Dan sepanjang perjalanan, scene tas yang tertinggal menjadi bahan fresh untuk membully Nissa. *free pukpuk untuk Nissa. Hembusan angin dan gemintang yang nampak dekat  di pandangan mata menjadi teman setia mengiringi perjalanan kami.

Jam 4, kami tiba di pos pertama penanjakan . Karena langit masih saja gelap, kami bersantai di warung-warung yang tersedia. Ceritanya sih sarapan, tapi menjadi berbeda karena diiringi hembusan angin yang cukup kencang. Terpal penutup warung tak cukup rupanya melindungi kami dari dinginnya angin daerah pegunungan.

Continue reading

Ngebolang di Ancolnya Jakarta

Jakarta, 2 Desember 2012

Ga lengkap rasanya kalau memulai cerita tanpa ada scene saya bangun kesiangan. *sigh Hari itu, saya bersama teman-teman “ngelingker” merencanakan rihlah ke Ancol. Sekalian restrukturisasi lah. Dan trade mark saya adalaah : bangun kesiangan -.- hyaah, apa daya, dasar saya makhluk nokturnal, jadi saya nyusul sendiri ke daerah Ancol. hiks

Rute dari daerah rumah ke Ancol, lumayan. Lumayan bikin gugup kalau janjian datengnya telat. Setelah transit sana-sini halte busway, akhirnya sampailah saya di halte ***** ( bukan sensor, tapi lupa ). Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan kembali menggunakan transjakarta bus. Tiba di halte Ancol, masuklah kami dengan membayar tiket masuk seharga Rp 15.000. Dengan langkah jumawa, kami segera mencari bus wara-wiri, sebuah bus yang disediakan pihak pengelola kawasan Ancol untuk berkeliling secara cuma-cuma. Interior dalamnya mirip dengan transjakarta bus, tapi agak kecil. Kami memutuskan untuk turun di tempat pemberhentian dekat pantai. Secara geografis, tempat yang dimaksud adalah di depan pantai dan tepat bersebelahan dengan wahana Hysteria Dufan. Kami melangkahkan kaki ke jembatan, untuk berfoto sejenak.

Continue reading

Jalan-Lari-Makan di GBK

Minggu pagi, 31 Maret 2013

Drrt, drrt. Drrrt

Hp di sebelah saya bergetar. Huah, siapa pula hari libur gini sms? Refleks tangan ini meraih hp. Oh, sms dari Nurul.

“ Leni, udah berangkat? “ oh, Nurul nanyain berangkat, kirain ada berita penting apa gitu. HEH! BERANGKAT APAAN? Butuh beberapa detik untuk mengingat apa yang seharusnya saya lakukan pagi itu. Dan, saya baru ingat. Ingatnya telat pula -.-‘ ada janji untuk jalan-jalan pagi dengan para korban bully ( Nurul, Murni, Ikhwan, Giro dan Haidar)  di twitter. Yap, dengan segera saya bersiap-siap. Kacau, tiap janjian selaaluu kesiangan, padahal promotornya.

Continue reading

Secuplik Episode Upgrading Faris8 #3

Jakarta, 9 Maret 2013

Jam di tangan mengabarkan sebentar lagi jam 8 malam. Namun sang dosen masih saja asyik dengan ceritanya. Pffft, gelisahlah saya, janjian dengan kawan jam 8 di terminal, lha ini masih di kampus. Begitu sang dosen menyudahi kuliahnya, bergegas saya menuju terminal Kampung Rambutan. Rusuh, karena baru pertama kali ke teminal tersebut dan sok-sokan tahu daerah sana -.-‘

Akhirnya, tibalah saya di teminal dengan selamat dan tak tertinggal suatu apapun. Setelah sibuk cari-cari lokasi di mana si Fajriyah menyembunyikan ayam curiannya berada, kamipun membunuh rasa lapar yang mulai menguasai situasi. Yup, malam itu kami akan berngkat menuju kawasan Puncak untuk menghadiri kegiatan yang diadakan Forum Alumni Rohis SMKN 8 ( Faris 8 ). Acara tunggu-menunggu-dengan-ketidakjelasan cukup lama di terminal. Mulai dari janjian dengan Linda ( sibuk debat yang mana plang nama yang mana pos polisi ), hingga menunggu ikhwannya yang sepertinya tidak terlalu familiar bepergian. Agak panik, karena dari sekian angkatan, hanya kami berenam yang menyusul, angkatan paling muda, belum banyak pengalaman bepergian jauh, paling lugu dan paling unyu.

Continue reading

Tentang Sebuah Impian Perjalanan

“Ma, rencana Leni mau ke Eropa, ikut beasiswa.”

“Muluk-muluk amat punya impian.”

JLEB

Ya, memang, tapi ingatkah akan satu hal? Allah tak memebritahu kita akan menjadi apa kelak, maka kita usahakan impian kita, bilang pada Allah : “Ya Allah, aku ingin menjadi seperti ini, tulislah dalam lauhul mahfuzhku ya Allah.”

Dan akupun hanya manusia biasa, manusia muda yang labil dan penuh kekeliruan. Galaupun muncul, kutanyakan pendapat pada sahabat perjuangan. Sebab dalam setiap perjuangan kita membutuhkan rekan kerja, begitupun dengan perjalanan meraih impian. “Haha, dulu aku pernah cerita tentang impian, malah dibilang gila. Mungkin mereka cuma mau kita ga sakit kalau suatu saat kita jatuh. Tapi sejak ketemu sama orang-orang yang bermimpi besar, itu bukan masalah.”

Continue reading

Kuliner Traveler Part. Korea

 Annyeong, duuh mentang2 lagi bahas Korea Selatan. hoho Yaap, kali ini saya akan membahas petualangan kuliner ( halah ) bersama Fury Octavia . Setelah menemui adu argumen yang alot, maka tanggal 30 Desember 2012 kemarin kami melakukan icip-icip ke sebuah Restoran Korea yang bernama Bo Shin Myeong Ga.

Restoran ini terletak di Jalan Taman Margasatwa 15, Jati Padang, Jakarta Selatan. Akses transportasi cukup mudah, bisa melalui Transjakarta Bus turun di halte SMK 57.

Continue reading