Takbiran di Curug Sawer Bersama Rohis 8

SMS terakhir kak Ida malam itu tek henti-hentinya membuat saya tersenyum.

Siapin headlamp ya len, antisipasi kalo gada ojek. Kita trekking.

Ngebayangin malam-malam di pedesaan jalan kece sambil pakai headlamp, tentu membuat jiwa ngebolang saya meletup-letup 😀

Sabtu 29 Juni 2013
Penuh syukur saya meninggalkan ruang ujian matkul B.Mandarin. Alhamdulillah yah ujiannya tentang angka dan jam, jadi masih bisa mengandalkan otak saya yang sudah terlanjur lemah menghadapi hafalan kosakata. malah curhat Masih mengenakan almamater dan ransel yang berisikan buku kuliah, dengan jumawa saya melangkahkan kaki menuju terminal bus Kp.Rambutan. Petualangan dimulai… 😀

Continue reading Takbiran di Curug Sawer Bersama Rohis 8

Pendakian Gunung Argopuro ; What A Long and Winding Road

Satu momen di Gunung Cikuray, saat beristirahat di pos 3.

“ Iya, Argopuro tuh, Leuser-nya Jawa.”

“Leuser? Maksudnya kak?”

“Iya, trek terpanjang di pulau Jawa.”

Maka sepulang trip itu, saya pulang dengan pemahaman untuk lebih membuka mata tentang gunung-gunung di Indonesia.

Hingga akhirnya, kesempatan itu muncul, datang dari sebuah updatean kak Anggi di FB. Yap, kalau Cikuray dulu karena twitter, kali ini lewat FB. Generasi jaman sekarang banget saya -_-

Continue reading Pendakian Gunung Argopuro ; What A Long and Winding Road

Fun Hiking di Gunung Gede

Tugas menumpuk, UAS sebentar lagi menjelang, closing belum kelar, deadline buletin, sukses membuat saya galau sepanjang pekan. padahal kesehariannya juga galau terus  saat sedang hectic begitu, saya teringat sebuah postingan kawan di tumblr

Teman : Kalau kamu lagi galau pengennya ngapain?

Saya : Naik gunung

Teman : Terus bisa ilang gitu galaunya kalau sudah turun?

Saya : Nggak. Jadi makin galau pengen naik yang lain. Seperti sekarang ini

— Setiap orang punya ‘kagalauan’ masing-masing

source : klik di sini

 

Continue reading Fun Hiking di Gunung Gede

16 Juli Ini ; antara 19, Aku dan Kamu Nanti

Kemarin lalu, genap sudah 19 tahun lalu mama meregang nyawa, melahirkan anak pertamanya yang masih kadang sangat kekanak-kanakan hingga kini. Banyak hal yang berkelebat di kepala menghadapi pertambahan bilangan usia dan pengurangan jatah hidup ini.

Betapa hidup telah berjalan begitu cepat, hingga kadang aku tak sadar banyak hal ajaib yang telah kulewati. Dan kali ini, aku menulis untukmu, untuk kalian, makhluk bermata indah yang kelak akan ke luar dari rahimku, sebagai catatan bahwa ibumu pernah muda dan sering gamang, terlepas keberadaan tulisan ini akan sampai pada kalian atau tidak.

Continue reading 16 Juli Ini ; antara 19, Aku dan Kamu Nanti

Bukber RPS : Setahun Tentang Kita

Jakarta, Ahad pagi 13 Juli 2013

Pagi hendak menjelang. Mengantarkan kegugupan saya pada tugas statistik dan lab Akun. yang masih menunggu diselesaikan. Masih gamang dengan penyelesaian tugas, ternyata saya diharuskan untuk ikut ke pasar bersama Encing, guna membeli logistik acara kami sore itu. Dan baiknya saya hanya membahas bukber saja, bukan tugas karena khawatir kalau diteruskan tambah galau -_-‘ pffft  Acara yang tergagas lewat pertemuan-pertemuan siling kami, lewat grup chat di FB yang lumayan bikin geleng-geleng kepala kalau intermezzonya muncul dan lumayan bakal bikin senyum-senyum sendiri kala mengingatnya beberapa tahun nanti.

Continue reading Bukber RPS : Setahun Tentang Kita

Apa yang Kauperlukan

kamu hanya butuh hati yang selalu menebal tekad. meski terkadang lelah, jenuh. kamu tahu, kamu akan memiliki musim semimu sendiri.

saat di mana kau hanya mampu tersenyum di bangku taman, karena seluruh anggota tubuhmu yang lain terlalu enggan digerakkan akibat dinginnya angin yang senantiasa berhembus. lalu kau menatap penuh haru pada lembaran-lembaran penuh warna, seraya mengucap : ” mama, semua ini berkat doamu yang senantiasa memenuhi langit malam.” lalu kau mengambil kamera yang terdiam, tergeletak di sampingmu. kaupun mengambil gambar, yang akan kaukirim untuk sahabat terbaikmu, ia yang selalu menyediakan bahunya ketika kau menangis, ia yang selalu mendoakanmu saat kau menceritakan impian-impian anehmu dan ia yang mampu membuatmu menangis saat kau mengenang genggaman tangannya, senyum jenakanya, tingkah lucunya, ataupun sekadar nasihatnya kala kau terpuruk.

dan kau akan menyadari, semua hal yang membuatmu berkali-kali jatuh tersungkur, kelak kau akan syukuri karena itu membuatmu lebih tangguh.

teruntuk dua orang perempuan, yang selalu lekat di hati sampai kapanpun. amat lekat.

Endapan Kenangan

dalam beperjalanan, terkadang hati ini kelu untuk memulai berkata. karena mata terlalu sibuk untuk menangkap keindahan yang tersaji. maka ketika pulang, ketika imaji yang berhasil tertangkap oleh mata mulai mengendap menjadi kenangan, mulailah hati ini riuh mengurai kata. menyampaikan rindu pada dataran tinggi itu, pada dinginnya, pada tanah yang selalu ramah menyediakan tempatnya untukku duduk melepas lelah, pada langit malamnya yang mendekatkanku pada gemintang dan pada celetukan riuh kawan saat melangkah.

hingga jemari ini menari di atas keyboard, kenangan itu mengendap, semakin menguatkan rasa rindu. hingga nanti, kan kukabarkan pada mereka yang bermata jeli, mereka yang selalu antusias mendengar cerita-ceritaku, kan kudengungkan cerita ini.

 

cikuray

Gunung Cikuray : When Ur Knee Met Ur Head

Masih seminggu lagi hari yang dinanti tiba. Tapi saya masih saja gamang dengan tempat tujuan nanjak bersama kawan Rohis Periode Sekarang ( RPS ). Duh bagaimanalah ini? Booking Gn. Gede tak lagi menerbitkan harapan sedikitpun, pasrah, karena fullbooking untuk tanggal yang kami ajukan. Makin gamanglah saya ketika mengoordinasikan ini dengan kak Ida .

Saya : ” Alternatif lain kak? Gn. Guntur ?”

Kak Ida : ” Temanmu ada yg udah pernah kesana, len?”

Saya : ” belum ada kak, hmm, jadi gimana kak? ”

Kak Ida : ” kalau dipending jd awal juli gmn? kelamaan ya, hehe ”

What? Awal Juli? Pleaaseee, saya gak mau digorok kawan yang lagi pada giroh nanjak. Ga kebayang gimana raut mukanya Erlisa yang udah bela-belain beli carrier dan ngumumin ke seluruh penghuni rumahnya. Dan akhirnya tercetuslah ide….

Continue reading Gunung Cikuray : When Ur Knee Met Ur Head

Harta Karun di Perpustakaan Nasional RI

Jakarta, 5 Mei 2013

Minggu pagi itu, keinginan saya saat tahun 2011 akhirnya terpenuhi. Awalnya hanya berniat untuk lari pagi di kawasan Monas, apa daya, rasa keingintahuan membuat saya akhirnya menjumpainya.  Dulu, saya hanya mampu menatapnya dari jauh, mengira-ngira bagaimana keadaannya. Berkat sikap kooperatif seorang senior, berhasillah saya memasukinya. Perpustakaan Nasional RI yang berada di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11 Jakarta Pusat. Dan begitu saya memasukinya… uoww. Kereen, suasana gedung jadul berpadu dengan koleksi buku-bukunya yang begitu menggoda untuk dijelajah. Saya kenal dengan tiga perpustakaan umum di wilayah Jakarta. Perpustakaan Umum Daerah (Perpumda) yang berada di kawasan Gor Soemantri Brodjonegoro, Perpustakaan Umum Nasional di kawasan Salemba dan yang satu ini, berada di sekitaran  kawasan Monas. Akses ke sana cukup mudah, naik Bustransjakarta menuju Monas, lalu berjalan kaki ke deretan gedung Balai Kota.

Continue reading Harta Karun di Perpustakaan Nasional RI

Terserak

Bolehkah kuputar kembali memori kita?

Kita berpadu, dalam satu arus

Berpegang tangan, berdikusi riang

Kita memang masih anak-anak kala itu, tapi bukan berarti yang kita lakukan adalah kekanak-kanakan

Kita dulu ceria dalam kebersamaan

Hingga waktu yang tega memisahkan kita

Bukan hendak mengeluh, hanya saja terlalu sebentar kita berpaut

Kini kita mengikuti arah hati masing-masing

Continue reading Terserak

Prahara Flashdisk

Terkadang, senang yang kita rasakan dapat menjadi pengalih perhatian atas ketidaknyamanan yang sedang menimpa. Itulah yang saya rasakan saat ini. Pulang agak telat karena harus bertemu dengan kawan seperjalanan mendaki gunung, menuntaskan keinginan memiliki seluruh kenangan yang terpotret. Awalnya tak terlalu bermasalah, saat tahu notebook yang digunakan bervirus. Saya pikir, akan baik-baik saja. Dan ternyata saya keliru. Flashdisk yang isinya kebanyakan file kerjaan, terjangkit virus. Dan folder yang berisi foto-foto yang barusan dikopi malah aman. Efeknya, saya terancam lembur di akhir pekan ini demi menginput ulang semua voucher. Ah, pahit memang. Tapi, getir tak terlalu terasa, karena melihat foto kenangan kebersamaan telah menyita perhatian saya.

Teringat

Dan setiap liat gambar ini, yang terlintas di kepala adalah…

bayi kandungan

 

Makin dipikir, makin ga percaya udah pernah tinggal di tempat itu selama beberapa bulan, gangguin mama, bikin tidur mama ga nyaman, bikin mama kebangun tiap malam untuk ngemil nasi goreng. Serius, sulit dipercaya pernah di situ -.-

sumber gambar dari sini