Kirikou et les Hommes et les Femmes (2012) : Between Child and Community

Semula layar didominasi warna kuning dilatari tabuhan musik ceria yang kelak mengantarkan kita pada kekhasan alam Afrika, lalu muncul sesosok tua di ruangan serba biru yang bercerita tentang kisah keseharian cucunya. Lalu latar cerita berganti tempat ke sebuah desa dengan seorang anak kecil enerjik yang seringkali telanjang, dengan cerdik dan kepolosannya satu-persatu terlibat berbagai peristiwa yang muncul di kampung kecilnya. Semua kisah dalam film ini disajikan dalam potongan kisah tersendiri, sesuai tuturan cerita sang kakek. Continue reading Kirikou et les Hommes et les Femmes (2012) : Between Child and Community

If Cats Disappeared from The World (2016) : How Actually Does Life Feels Like?

“If I disappeared from the world.. the dreams and wishes I couldn’t think about, things that I couldn’t do when I was alive, and things I want to redo.. there must be many regrets left behind. But the world where I existed and the world where I vanished.. I want to believe they are different. It may be an insignificant change, but it’s proof that I was alive. Struggling and worrying, these are proof that we’re alive.”

Percayalah, bahasan kali ini bukan tentang film kucing yang tiba-tiba hilang di muka bumi semata. Saya pun kecele saat pertama kali melihat poster filmnya di postingan instagram, huhu.

Continue reading If Cats Disappeared from The World (2016) : How Actually Does Life Feels Like?

Children Who Chase Lost Voices (2011) It’s Okay to Letting Go the People We Loved

Mitos tentang orang menuju ke bawah bumi untuk membangkitkan orang, ditemukan di seluruh dunia. Negeri Yomi, Underwold, Hades, Shambala, Agartha, mereka dipanggil dengan nama yang berbeda. Tetapi mereka semua berkata berada di dunia di bawah bumi. Orang pernah percaya bahwa di bawah bumi tersimpan rahasia untuk kematian itu sendiri.

Asuna, sumber dari sini
Asuna, sumber dari sini

Asuna, seorang gadis yang hidupnya terlalu sering diliputi kesepian. Ayahnya meninggal sejak ia kecil, ibu yang sibuk bekerja, menjadikan ia sosok pelajar yang gila belajar dan tak banyak memiliki teman. Bahkan, ia cenderung menutup diri dari teman-teman yang mencoba mendekatinya. Atas kesendiriannya itulah, ia sering menghabiskan waktu di bebatuan puncak bukit, membangun markas rahasianya dan bereksperimen Continue reading Children Who Chase Lost Voices (2011) It’s Okay to Letting Go the People We Loved

The Imitation Game : Cz Everything Has A Price

Saya lupa, denger tentang film The Imitation game ini di podcastnya bang Adriano Qalbi karena faktor teknologi kriptografi yang dipakai di saat zaman perang atau karena pembahasan penemu komputer modern itu sebenarnya bukan yang selama ini kita kira.

Hingga akhirnya saya mencoba mendonlotnya dan menghasilkan kepala yang sibuk menebak-nebak, hendak memberi judul apa yang tepat dalam menggambarkan keseluruhan garis besar dari film ini. Hingga rasanya, frasa ‘everything has a price’ rasanya lumayan tepat juga.

Continue reading The Imitation Game : Cz Everything Has A Price

Mai Mai Miracle (2009) dan Tentang Teman Bermain yang Ajaib

Dalam masa kecil, kita pasti punya teman bermain yang ajaib. Yang benaknya penuh diisi imajinasi hebat, dan selalu ada untuk melindungi serta menyenangkan kita. Coba diingat-ingat, ada atau tidak? Yang jelas, Kiiko punya teman yang seperti itu.

Film ini berlatar tahun 1955, 10 berlalu sejak Perang Dunia II berakhir di Jepang. Hiduplah Shinko yang punyai ‘mai mai atau biasa kita sebut ‘user-useran di rambut’, duduk di kelas 3 SD dan sering mengkhayalkan dunia sekitarnya dengan cerita-cerita dari kakeknya tentang lingkungan mereka yang dulunya menjadi ibukota, 1000 tahun yang lalu. Btw, kakeknya Shinko ini tipe-tipe kakek lovable yang senang dongeng, senang membuatkan mainan untuk cucunya, dan figur kakek yang bisa dicurhati atau ditanyai ini-itu tanpa sekalipun menghardik karena meresa direweli atau diganggu oleh cucunya yang penuh rasa ingin tahu. Bagi orang-orang dewasa yang punya sosok kakek semacam ini, pastilah meninggalkan kesan mendalam saat kita tumbuh besar.

Continue reading Mai Mai Miracle (2009) dan Tentang Teman Bermain yang Ajaib

Wolf Children (2012) and How Women Supposed to Be

Biasanya ngepost review film di sini, tapi berhubung lagi gandrung sama per-gif-an-dari-scene-anime, ditambah biar lebih enak pengarsipan postsnya, maka ditulislah di sini.

Semua berawal dari dorongan untuk download film animasi dengan semena-mena tanpa mengindahkan judul maupun isi filmnya. Pokoknya ada stok film aja dulu. Sampai akhirnya saya membuka salah satu file dan judulnya “Wolf Children”, dan membuat saya dalam hati berujar “Lah, ga salah donlot nih?”. Selanjutnya, karena toh acara tv pun tak banyak yang menghibur, akhirnya ditontonlah itu film. Dan ternyata cakeep!!

Continue reading Wolf Children (2012) and How Women Supposed to Be

Petualangan Bahasa di Europe on Screen 2013

Apa yang terjadi jika seorang anak sudah terlampau lama tak bertemu dengan kakak sepupu yang menjadi teman mainnya di setiap kunjungan ke rumah nenek?

Kangen dong pastinya. Beruntunglah semesta mempersaudarakan saya dengan Nunung, impian sama, hobi mirip-mirip, tingkat keeroran ga beda jauh, sama-sama pecinta gratisan pula. Didorong rasa sayang untuk melewatkan event nonton film gratisan ini, maka kami bersepakat untuk bertemu sambil melepas rasa kangen. Jadi sebenarnya ini event tahun lalu, daripada beneran lupa dan pengalamannya cuma dinikmati sendiri,  ya mending ditulis di sini. Hehe

Continue reading Petualangan Bahasa di Europe on Screen 2013