Niat yang Menjadi Nyata di Gunung Guntur

“Saar, ada mobil Saaar. Ayo cepetan…” sontak kami pun berlari semampu kami, meski kaki sudah begitu pengkor akibat turun menuruni trek berkerikil dengan ngesot. Entah diletup api semangat dari mana, tubuh-tubuh yang terlalu lemah itu kembali bugar mengejar suara truk pickup sembari menerjang tumpukan batu bekas galian pasir…

Saat berada di Gunung Putri, saya dan Pandu melontarkan ajakan untuk mendaki gunung sambil nyebrang pulau. Tersebutlah teh Ghemi dan Salman mengiyakan untuk bergabung. Berikutnya, terbersitlah ide untuk latihan fisik di Gunung Guntur. Tanggal dipilih, pasukan disiapkan, berangkatlah kami ke Gunung Guntur dengan niat mengolah fisik. Sungguh mulutmu harimaumu itu benar nyata adanya, niat sederhana itu berubah menjadi nyata *elap airmata*.

Continue reading

Geng Uno di Pendakian Gunung Sumbing

Semua dimulai dengan event Europe on Screen 2014, di mana kami saling bertemu untuk mendiskusikan kesiapan kami berangkat menuju Wonosobo, yang diskusinya kebanyakan ngebully ulah mas Eko yang tempo hari ngegunung bawa 4 kardus camilan. Setelah fixed semua pembagian tugas bawaan, berjanjilah kami untuk berkumpul kembali di Basecamp Gunung Sumbing di Desa Garung, karena mas Eko akan berangkat dari Klaten sementara saya, Lia, Ade dan Pandu akan berangkat dari Jakarta.

Continue reading

Berbunga-bunga di Taman Bunga Nusantara

Ada suatu waktu di mana ketika Lia merasa perlu jalan-jalan, lalu mengajukan idenya untuk bepergian yang agak santai, unyu, cewek banget, tapi masih murah di budget ke saya. Hingga teringatlah saya untuk berjalan-jalan syahdu di antara hamparan bunga. Setelah googling, saya menemukan 2 taman bunga recommended di Indonesia, yang pertama ialah Taman Bunga Nusantara yang berada di Cipanas, kawasan Puncak, Bogor dan satunya lagi Taman Bunga Selecta yang berlokasi di Malang. Saat itu, saya sungguh berharap untuk mengunjungi Taman Bunga Selecta, karena kerapatan bunganya yang sungguh instagrammable. Namun apa daya, kami hanya memiliki budget untuk ke Taman Bunga Nusantara saja yang hanya perlu ditempuh menggunakan bus tujuan Puncak. Dan impian suatu hari ke Taman Bunga Selecta yang ternyata menyimpan kisah sebagai tempat kesukaannya Soekarno untuk beristirahat, saya simpan dalam hati semoga suatu hari bisa mengunjungi.

Continue reading

Surga Impian di Jalur Candi Cethonya Gunung Lawu

Apa definisi surga impian menurutmu?

Bagi saya, surga yang selalu saya khayalkan dalam setiap perjalanan menjejakkan kaki di alam ialah menemui hamparan padang rumput, dengan oase di tengahnya di mana binatang hendak minum di kubangan airnya.

Imaji sepercik surga itu selalu membayang di dalam kepala, akibat kebanyakan nonton tayangan Natgeo Wild sih keknya, tapi ya begitulah. Impian untuk merasakan oase itulah yang akhirnya menyampaikan saya pada catper-catper pendakian Gunung Lawu via Jalur Candi Cetho, di mana hutannya masih rapat, dan kabar adanya genangan air yang disebut Tapak Menjangan sebagai sumber air yang sering digunakan minum oleh para hewan. Mendengarnya, membuat saya lantas mengazamkan diri “Mesti ke sini!”

Continue reading

Mie Rebus Memorable di Curug Cibereum

Saya sempat menghadapi writer’s block, tapi ga gitu juga sih, saya masih bisa menuliskan catatan perjalanan ini meski memakan waktu hampir 3 tahun, hanya saja saya bingung hendak memberi judul apa, hingga kemudian ketika saya bertanya pada Lia Hastien tentang trip ini serta merta ia mengungkapkan rasa mie rebus yang disantap kala break waktu itu terasa enak.

Sebenarnya awalnya saya hendak memberi judul ‘Piknik Cantik’, tapi apa daya waktu itu tripnya ga cantik-cantik amat, tidurnya numpang di masjid, transportnya carter angkot, makannya di pinggir jalan, satu-satunya yang membikin cantik karena tanpa sadar warna jilbab kami kali itu tanpa disadari senada meski samasekali ga pernah janjian. Ya sudahlah, mari kita mulai. \m/

Semua berawal dari requestnya Ika kala itu, yang meminta kesempatan diajak ngebolang. Karena ini merupakan permulaan, saya pikir harus cari destinasi yang tak terlalu jauh dari Jakarta. Selain cari hemat, agak susah kalau mencari tempat-tempat yang jauh yang mengharuskan kami mengajukan cuti kerja. Selain itu, pertimbangan tempat yang tetap bernuansa alam namun tak membutuhkan persiapan peralatan yang terlalu banyak. Akhirnya diputuskanlah Curug Cibereum yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, yang tempatnya dekat, alam banget, view gunungnya masih bisa didapat. Setelahnya, saya mengajak Lia yang sebenarnya juga diajak Ika, lalu 2 orang tambahan yang diajak Ika yang belakangan kami ketahui bernama Irma dan Mayta. Setelah urusan rombongan siap, dijanjikanlah kami akan bertemu di Terminal Kampung Rambutan.

Continue reading

Seribu Kunang-kunang di Gunung Burangrang

Semua berawal dari ajakan di grup facebook Viator Mundi, grup yang berasal dari kami yang bertemu sewaktu naik Gunung Guntur di bulan Oktober 2013 lalu. Karena dirasa perlu dibuatkan wadah untuk bersilaturahim, maka diputuskan untuk membuat grup facebook yang namanya Viator Mundi sebagai upaya bagi kami untuk terus menziarahi dan mengeksplorasi bumi.

Setelah fixed tanggal bagi kami untuk berangkat, diputuskanlah Gunung Burangrang di Bandung melalui jalur sekolah polisi atau sering disebut Pos Komando, yang dahulu belum banyak dikenal menjadi tujuan mendaki, atau dalam kata lain mencari antimainstream lah.

Continue reading

Membumi Bukan Melangit di 0 MDPL Garut

Di bagian itu, Kugy dan Keenan akhirnya berkesempatan untuk merendam kaki mereka dalam air laut, di atas pasir pecahan kerang berwarna krim kekuningan. Ratusan anak ombak berkilau perak ditimpa sinar bulan. Karang-karang kecil bermunculan, tampak mengilap disepuh buih ombak. Selain mereka berdua, tak ada lagi orang di sana.

Oke, dua penggal paragraph di atas sudah cukup melukiskan buku apa yang sedang saya kulik. Teracuni dengan kisah cinta mereka yang super unyu menurut saya, membuat saya mengkhatamkan semua hal berbau Perahu Kertas karya Dee Lestari itu. Mulai dari novel, film, soundtrack, bahkan lagu instrumental backsound filmnya pun saya koleksi. Hingga akhirnya, sebagai agen neptunus yang baik di pergantian tahun pun saya ikut-ikutan ngetrip ke pantai sebagai bagian dari agenda mengunjungi markas. Saking korban filmnya, Rancabuaya pun dimasukkan dalam agenda saya di penghujung tahun 2013 lalu.
Menjelang Akhir Desember 2013,

Continue reading

Gunung Merbabu , It’s not About The Highest Peak But Friendship

Suatu ketika di Argopuro

“Eh ini tempat makannya siapa? Mas Andreas ya?”

“Iya Len, kamu bawa aja. Buatmu aja.”

“Jangan, oiya bulan depan Leni mau ke Merbabu, bisa sekalian ketemuan sambil balikin ya? Sama Mas Eko juga.”

“Wah iya kalau gitu.”

para tersangka utama di catper kali ini

para tersangka utama di catper kali ini

Continue reading

PLKJ Series : Kepingan Masa Lalu di Museum Nasional

Awalnya saya menganggap kegiatan berkunjung ke tempat-tempat wisata di Jakarta hanyalah bentuk penyaluran hasrat saya dalam ngebolang dan melepas penat setelah sehari-hari berkutat dengan pekerjaan. Namun akhirnya saya sadar, setiap hal yang saya lakukan di hari ini adalah bentuk kelanjutan dari hal-hal kecil yang saya impikan di masa lalu.

Dulu saat bersekolah, saya hanya bisa menatap gambar-gambar bangunan bersejarah dan penting yang tercantum dalam pelajaran muatan lokal PLKJ ( Pendidikan Lingkungan  Kehidupan Jakarta ) yang wajib dipelajari dalam tingkat pendidikan SD dan setaranya. Maka di sinilah saya, merekam ingatan menjejak di bangunan-bangunan tersebut sambil menginsyafi bahwa dulu hal yang hanya mampu saya lihat dari buku, dengan perjalanan waktu mampu terwujud, sesederhana apapun itu, tetaplah menjadi jejak terbesar dan amat berarti dalam perjalanan hidup saya.

Continue reading

Pendakian Gunung Argopuro ; What A Long and Winding Road

Satu momen di Gunung Cikuray, saat beristirahat di pos 3.

“ Iya, Argopuro tuh, Leuser-nya Jawa.”

“Leuser? Maksudnya kak?”

“Iya, trek terpanjang di pulau Jawa.”

Maka sepulang trip itu, saya pulang dengan pemahaman untuk lebih membuka mata tentang gunung-gunung di Indonesia.

Hingga akhirnya, kesempatan itu muncul, datang dari sebuah updatean kak Anggi di FB. Yap, kalau Cikuray dulu karena twitter, kali ini lewat FB. Generasi jaman sekarang banget saya -_-

Continue reading

Fun Hiking di Gunung Gede

Tugas menumpuk, UAS sebentar lagi menjelang, closing belum kelar, deadline buletin, sukses membuat saya galau sepanjang pekan. padahal kesehariannya juga galau terus  saat sedang hectic begitu, saya teringat sebuah postingan kawan di tumblr

Teman : Kalau kamu lagi galau pengennya ngapain?

Saya : Naik gunung

Teman : Terus bisa ilang gitu galaunya kalau sudah turun?

Saya : Nggak. Jadi makin galau pengen naik yang lain. Seperti sekarang ini

— Setiap orang punya ‘kagalauan’ masing-masing

source : klik di sini

 

Continue reading

First Nanjak : Gunung Papandayan

Garut, 13 April 2013

Sabtu pagi itu, tibalah kami di tempat pemberhentian bus daerah Garut. Semacam terminal bayangan.  Langit masih gelap, karena jam di tangan menunjukkan masih pukul 2 pagi. Saat leyeh-leyeh menunggu kedatangan truk yang akan mengangkut kami ke pos pertama Gunung Papandayan, tiba-tiba Nissa berteriak : “ Zaaak, tas gueee.” Sontak, kamipun panik. Ya, tasnya Nissa rupanya masih tertinggal di bagasi bus Primajasa yang tadi kami tumpangi. Untunglah ada akang ojek yang dengan kemampuan bermanuver tingggi bersedia mengejar tas yang tertinggal. Setelah melakukan aksi pengejaran dan tembak-menembak ala film action, sampailah tas tersebut di tangan kami dalam keadaan yang mengenaskan, penuh luka tusuk dan kelaparan. Sejenak, kamipun bisa bernafas lega, dan dengan terkumpulnya semua harta benda, berangkatlah kami menumpang truk terbuka. Ah, petualangan dimulaiii. Dan sepanjang perjalanan, scene tas yang tertinggal menjadi bahan fresh untuk membully Nissa. *free pukpuk untuk Nissa. Hembusan angin dan gemintang yang nampak dekat  di pandangan mata menjadi teman setia mengiringi perjalanan kami.

Jam 4, kami tiba di pos pertama penanjakan . Karena langit masih saja gelap, kami bersantai di warung-warung yang tersedia. Ceritanya sih sarapan, tapi menjadi berbeda karena diiringi hembusan angin yang cukup kencang. Terpal penutup warung tak cukup rupanya melindungi kami dari dinginnya angin daerah pegunungan.

Continue reading