Petualangan Bahasa di Europe on Screen 2013

Apa yang terjadi jika seorang anak sudah terlampau lama tak bertemu dengan kakak sepupu yang menjadi teman mainnya di setiap kunjungan ke rumah nenek?

Kangen dong pastinya. Beruntunglah semesta mempersaudarakan saya dengan Nunung, impian sama, hobi mirip-mirip, tingkat keeroran ga beda jauh, sama-sama pecinta gratisan pula. Didorong rasa sayang untuk melewatkan event nonton film gratisan ini, maka kami bersepakat untuk bertemu sambil melepas rasa kangen. Jadi sebenarnya ini event tahun lalu, daripada beneran lupa dan pengalamannya cuma dinikmati sendiri,  ya mending ditulis di sini. Hehe

Continue reading “Petualangan Bahasa di Europe on Screen 2013”

Advertisements

16 Juli Ini ; antara 19, Aku dan Kamu Nanti

Kemarin lalu, genap sudah 19 tahun lalu mama meregang nyawa, melahirkan anak pertamanya yang masih kadang sangat kekanak-kanakan hingga kini. Banyak hal yang berkelebat di kepala menghadapi pertambahan bilangan usia dan pengurangan jatah hidup ini.

Betapa hidup telah berjalan begitu cepat, hingga kadang aku tak sadar banyak hal ajaib yang telah kulewati. Dan kali ini, aku menulis untukmu, untuk kalian, makhluk bermata indah yang kelak akan ke luar dari rahimku, sebagai catatan bahwa ibumu pernah muda dan sering gamang, terlepas keberadaan tulisan ini akan sampai pada kalian atau tidak.

Continue reading “16 Juli Ini ; antara 19, Aku dan Kamu Nanti”

Bukber RPS : Setahun Tentang Kita

Jakarta, Ahad pagi 13 Juli 2013

Pagi hendak menjelang. Mengantarkan kegugupan saya pada tugas statistik dan lab Akun. yang masih menunggu diselesaikan. Masih gamang dengan penyelesaian tugas, ternyata saya diharuskan untuk ikut ke pasar bersama Encing, guna membeli logistik acara kami sore itu. Dan baiknya saya hanya membahas bukber saja, bukan tugas karena khawatir kalau diteruskan tambah galau -_-‘ pffft  Acara yang tergagas lewat pertemuan-pertemuan siling kami, lewat grup chat di FB yang lumayan bikin geleng-geleng kepala kalau intermezzonya muncul dan lumayan bakal bikin senyum-senyum sendiri kala mengingatnya beberapa tahun nanti.

Continue reading “Bukber RPS : Setahun Tentang Kita”

Film Korea : My Way ; Sebuah Pengingat

Awal film bercerita tentang persaingan dua orang anak beda kebangsaan dan beda kasta, Korea dan Jepang yang saling bersaing prestasi dalam hal lari marathon. Hasegawa Tatsuo dan Kim Jun Shik. Persaingan dan dendam atas kematian kakek Tatsuo membuat hubungan mereka berubah. Nasib membawa Jun Shik menjadi seorang penarik becak khas Jepang, sedangkan Tatsuo tumbuh menjadi kalangan bangsawan  yang hidup serba kecukupan. Sayembara ujicoba olimpiade mempertemukan mereka kembali dalam persaingan marathon. Kemenangan jatuh pada Jun-Shik, namun karena konspirasi juri memutuskan Tatsuolah yang menang. Protes, sebagian imigran Korea yang memihak pada Jun-Shik membuat sebagian di antara mereka diharuskan mengabdi menjadi tentara Jepang.

Continue reading “Film Korea : My Way ; Sebuah Pengingat”

Apa yang Kauperlukan

kamu hanya butuh hati yang selalu menebal tekad. meski terkadang lelah, jenuh. kamu tahu, kamu akan memiliki musim semimu sendiri.

saat di mana kau hanya mampu tersenyum di bangku taman, karena seluruh anggota tubuhmu yang lain terlalu enggan digerakkan akibat dinginnya angin yang senantiasa berhembus. lalu kau menatap penuh haru pada lembaran-lembaran penuh warna, seraya mengucap : ” mama, semua ini berkat doamu yang senantiasa memenuhi langit malam.” lalu kau mengambil kamera yang terdiam, tergeletak di sampingmu. kaupun mengambil gambar, yang akan kaukirim untuk sahabat terbaikmu, ia yang selalu menyediakan bahunya ketika kau menangis, ia yang selalu mendoakanmu saat kau menceritakan impian-impian anehmu dan ia yang mampu membuatmu menangis saat kau mengenang genggaman tangannya, senyum jenakanya, tingkah lucunya, ataupun sekadar nasihatnya kala kau terpuruk.

dan kau akan menyadari, semua hal yang membuatmu berkali-kali jatuh tersungkur, kelak kau akan syukuri karena itu membuatmu lebih tangguh.

teruntuk dua orang perempuan, yang selalu lekat di hati sampai kapanpun. amat lekat.

Endapan Kenangan

dalam beperjalanan, terkadang hati ini kelu untuk memulai berkata. karena mata terlalu sibuk untuk menangkap keindahan yang tersaji. maka ketika pulang, ketika imaji yang berhasil tertangkap oleh mata mulai mengendap menjadi kenangan, mulailah hati ini riuh mengurai kata. menyampaikan rindu pada dataran tinggi itu, pada dinginnya, pada tanah yang selalu ramah menyediakan tempatnya untukku duduk melepas lelah, pada langit malamnya yang mendekatkanku pada gemintang dan pada celetukan riuh kawan saat melangkah.

hingga jemari ini menari di atas keyboard, kenangan itu mengendap, semakin menguatkan rasa rindu. hingga nanti, kan kukabarkan pada mereka yang bermata jeli, mereka yang selalu antusias mendengar cerita-ceritaku, kan kudengungkan cerita ini.

 

cikuray

Kamu yang Genggaman Tangannya Terasa Menentramkan

Masih ingat di benakku momen 4 tahun yang lalu. Di aula SMKN 8 Jakarta, aku menengok ke arahmu yang duduk di barisan belakang peserta MOS, mengajukan ide untuk yel-yel kelas kita. Saat itu, aku tak tahu akan ada benang halus yang akan mengikat kita dalam perasaan melankolis ini. Hari berganti, semesta kembali berupaya mendekatkan kita. Di kelas kamu pindah duduk di bangku belakangku. Dan dimulailah persahabatan kita yang manis itu.

Begitu banyak hal yang mengesankan ada pada dirimu. Bahumu yang selalu sedia menyangga pipiku kala aku menangis di sekre, tanganmu yang selalu nyaman kugenggam saat aku menahan haru kala sertijab, kamu yang menenangkan diriku yang menangis cengeng saat sanlat terakhir kita, senyum jenakamu setiap melambaikan tangan dari jendela bus pada anak-anak di luar sana kala kita bepergian, kesediaanmu untuk menemaniku memotong batangan bambu yang mulai bertandang di musolah, hingga sekadar berkeliling sekolah demi mencari kain pel. Kamu, yang selalu bersedia menggenggam tanganku, memelukku saat airmata membanjir, menyempatkan waktu untuk tetap bersamaku di kala yang lain mulai menjauh dengan alasan-alasannya. Kau masih ingat itu kawan?

Continue reading “Kamu yang Genggaman Tangannya Terasa Menentramkan”

Jangan Dulu

Papandayan

hey kamu yang selalu menemani. jangan rewel ya, kan kuajak kamu ke berbagai tempat. landai, curam, tandus, becek, terik, dingin, mulus, berbatu, bersih, berlumpur, tropis dan insyallah subtropis. atau mungkin bahkan di area ujung sana. mari saling menguatkan. jangan mudah menyerah, kalau lelah, bilang padaku. kita akan berhenti sejenak, lalu berangkat melangkah lagi. kita punya misi penting, menjejak berbagai tempat, demi makhluk-makhluk bermata indah itu. mereka pasti akan antusias mendengar petualangan kita. bisakah kaubayangkan mereka yang berebutan tempat demi mencapai tempat terbaik untuk mendengar cerita-cerita kita? mereka mungkin akan agak sedikit rusuh, tapi saat melihat pancaran mata mereka yang berbinar karena antusias, itu akan menentramkan hati. kumohon, jadilah partner menjejakku yang baik. setidaknya, hingga ada cerita-cerita hebat yang bisa kubagi dengan makhluk-makhluk itu. setelah bercerita, kamu boleh minta pensiun. kamu boleh rematik, asam urat, dan yang lainnya. tapi sebelum itu, jangan dulu. kamu mau kan, kaki? 🙂

Terserak

Bolehkah kuputar kembali memori kita?

Kita berpadu, dalam satu arus

Berpegang tangan, berdikusi riang

Kita memang masih anak-anak kala itu, tapi bukan berarti yang kita lakukan adalah kekanak-kanakan

Kita dulu ceria dalam kebersamaan

Hingga waktu yang tega memisahkan kita

Bukan hendak mengeluh, hanya saja terlalu sebentar kita berpaut

Kini kita mengikuti arah hati masing-masing

Continue reading “Terserak”

Prahara Flashdisk

Terkadang, senang yang kita rasakan dapat menjadi pengalih perhatian atas ketidaknyamanan yang sedang menimpa. Itulah yang saya rasakan saat ini. Pulang agak telat karena harus bertemu dengan kawan seperjalanan mendaki gunung, menuntaskan keinginan memiliki seluruh kenangan yang terpotret. Awalnya tak terlalu bermasalah, saat tahu notebook yang digunakan bervirus. Saya pikir, akan baik-baik saja. Dan ternyata saya keliru. Flashdisk yang isinya kebanyakan file kerjaan, terjangkit virus. Dan folder yang berisi foto-foto yang barusan dikopi malah aman. Efeknya, saya terancam lembur di akhir pekan ini demi menginput ulang semua voucher. Ah, pahit memang. Tapi, getir tak terlalu terasa, karena melihat foto kenangan kebersamaan telah menyita perhatian saya.

Teringat

Dan setiap liat gambar ini, yang terlintas di kepala adalah…

bayi kandungan

 

Makin dipikir, makin ga percaya udah pernah tinggal di tempat itu selama beberapa bulan, gangguin mama, bikin tidur mama ga nyaman, bikin mama kebangun tiap malam untuk ngemil nasi goreng. Serius, sulit dipercaya pernah di situ -.-

sumber gambar dari sini