Avengers Social Club : Karena Perempuan Butuh Ngumpul Supaya Kuat


f131509040462866705(0)

3 orang ibu-ibu dan 1 orang remaja SMA berkumpul dan membentuk sebuah geng rempong untuk melancarkan misi balas dendam kepada orang-orang yang selama ini menyakiti mereka. 4 orang tak saling kenal yang kemudian berkumpul dan memunculkan kehangatan-kehangatan keluarga yang selama ini mereka tak pernah punya.

Episode pertama dimulai dengan scene Kim Jung-Hye, seorang istri dari kalangan konglomerat super koaya raya layaknya konflik-konflik klise di drama yang saling berebut harta keluarga mendapat kabar bahwa anak hasil hubungan suaminya dengan perempuan lain sebelum menikah dengannya bertahun lalu akan menjadi bagian dari keluarganya. Mbak-mbak ini yang saya lihat tengah duduk serius dengan dandanan super glamor, sontak membuat saya tercengang : ‘…lah dia kan yang main di 49 Days dulu jadi orang susah.’ Karena peningkatan sosial itulah, saya jadi gemas dengan drama ini. Sementara muncul anak hasil hubungan gelap suaminya di masa lalu, Jung-Hye merasa tercabik-cabik mengingat selama ini pernikahannya tak pernah dikaruniai keturunan. Dengan hadirnya si anak yang ternyata udah gede udah kelas 3 SMA pun, Jung-Hye perlahan harus membagi ruang kepada Lee Soo-Gyum. Rumah yang awalnya terasa kaku dan dingin karena pernikahan Jung-Hye dan suaminya hanya demi prestise dan kepentingan bisnis semata, perlahan menampakkan tanda-tanda kehidupan karena kemunculan Soo-Gyum.

f131508804956096000(0)
lho mba-mba yang biasa makan mie instan di 49 Days sekarang naik tahta~

Lee Mi-Sook, seorang istri yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga akibat temperamen suaminya yang begitu bernafsu mengejar kekuasaan dalam pemilihan pengawas kementerian pendidikan di Korea. Mi-Sook sering menjadi pelampiasan kekecewaan suaminya yang ambisius.

f131508805894436000(0)
tipikal ibu-ibu yang kalo beli milih buah pasti dapet yang manis

Hong Do-Hee, seorang ibu penjual ikan di pasar tradisional terbiasa hidup tegar karena menjanda dan harus mengasuh 2 orang anaknya. Karena keadaan ekonominya ini, anaknya yang masih bersekolah dan kelak bertemu dengan Soo-Gyum di SMA, sering dibully oleh teman sekelasnya yang kaya.

f131508805609424000(0)
buibuk pasar yang ringtone hp-nya “Hong Do-Hee~~~ Jangan menangis~~”

Lee Soo-Gyum yang awalnya tinggal dengan neneknya di kampung halaman dan menolak untuk tinggal bersama Jung-Hye, akhirnya mengiyakan tawaran ayah kandungnya untuk tinggal bersama ibu tirinya di kota.

f131508806097704000(0)
di sini ganteng nan manis, pas googling foto-foto doi lainnya jadi ga manis lagi di mata, huhu

4 orang yang awalnya berlainan cara hidup, berkumpul karena inisiatif Jung-Hye membuat sebuah geng balas dendam. Perubahan sikap dan interaksi mereka inilah yang perlahan membuat saya makin betah menonton drama ini.

Jung-Hye yang sedari kecil terbiasa hidup #sukakemewahan layaknya princess, di beberapa momen canggung juga saat mereka ngumpul dan ibu-ibu lainnya masak sedangkan dia hanya duduk-duduk manis ga biasa kerjaan dapur. Yang disuruh nyiapin bawang malah dia cuma nyuci bawang beserta kulitnya dan ditaruh begitu aja di atas talenan, disuruh ngupas bawang malah yang nyisa cuma inti bawangnya, hingga ngupas apel dan yang kepotong daging buahnya banyak banget, huhu. Jung-Hye yang tak pernah merasakan kehangatan keluarga, kini merasakan indahnya punya kakak-kakak perempuan yang bisa membuatnya tertawa lepas setelah bertahun-tahun hidup dalam kekakuan. Lewat hadirnya Soo-Gyum, Jung-Hye juga perlahan tersentuh dan belajar bagaimana bersikap seorang ibu-hal yang tak pernah ia punya sebelumnya selama ini. Kedekatan Jung-Hye dan Soo-Gyum inilah yang kadang menimbulkan gosip mengingat perbedaan umur antara ibu dan anak tiri yang sering terlihat bersama.

Keikutsertaan Soo-Gyum dalam geng balas dendam, juga menjadikannya mencicip perhatian dan kasih sayang seorang ibu yang sering dilakukan oleh Jung-Hye, karena ibu kandungnya menelantarkan Soo-Gyum sedari kecil dengan tinggal di kampung bersama kakek-neneknya. Interaksi Soo-Gyum dengan anaknya Mi-Sook awalnya saya kira menjadi bumbu-bumbu percintaan layaknya pemanis dalam sebuah drama Korea, nyatanya ga terlalu toh. Yha~

Ketidakberdayaan Mi-Sook dalam menghadapi KDRT, perlahan bangkit dan berani melawan berkat support dari semua anggota geng ini.

Do-Hee yang terbiasa lurus-lurus saja karena mesti tegar menghadapi hidup tanpa suami, dengan terbentuknya geng balas dendam ini jadi memiliki waktu untuk me-time dan membahagiakan diri sendiri. Status sosial Do-Hee yang paling ‘beda’ dengan ibu-ibu lainnya di geng ini, membuat para anggotanya menjadi lebih bisa menghargai dan bahagia dengan hal-hal sederhana. Jung-Hye yang berkenalan dengan kopi sachet dan doyan hingga memesan bergelas-gelas, Mi-Sook yang akhirnya bisa jujur dan melepaskan semua emosinya yang selama ini ia pendam.

Perbedaan usia dan status sosial akhirnya tak lagi menjadi masalah, semua anggota tahu batas dan saling menghargai. Saya sangat menyukai bagaiman interaksi mereka yang saling mendukung, membagi tugas dengan kemampuan sesuai dengan kemampuan diri dan kemampuan kantong masing-masing, heheu.

Scene terfavorit? Ialah saat mereka mengerjai suaminya Jung-Hye di hotel, melancarkan aksi-aksi agar ia terlambat bangun dan gagal mengikuti rapat bisnis esok paginya. Brilian sih menurut saya, menyembunyikan semua baju kerja, baju yang tersisa cuma baju belel dengan rajutan inisial geng, clue baju belelnya pun di-shredder dulu, lock-password hp diganti jadi ga bisa nelpon ajudan, sampai mengganti settingan jam beker! wkwk. Sungguh sebuah totalitas dalam mengerjai orang, sampai settingan jam dan lock hp aja diganti, haha.

Selain kekonyolan interaksi para anggota geng, entah mengapa kisah-kisah ketersiksaan mereka di sini terlihat menggangu benak saya. Apa iya perempuan harus punya temen dulu baru bisa berani untuk terlepas dari belenggu pernikahan yang samasekali gak bahagia? Apa iya perempuan harus didukung temen-temennya dulu baru bisa melawan suami yang sering mukul? Apa iya perempuan harus punya geng dulu baru bisa berani berdiri tegap, gak lagi memohon pada orang yang lebih tinggi status sosialnya? Mungkinkah efek yang sama yang membuat ibu-ibu di daerah baru bisa bikin usaha bareng, bikin kerajinan tangan bareng, baru bisa berdaya?

Pada akhirnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut harus saya simpan dan singkirkan saja karena toh buat apa pusing-pusing mendingan fokus ikutin kekonyolan episod-episodnya aja~~

Atas tampilan posternya yang menggambarkan sekumpulan perempuan sosialita sedang ngopi-ngopi cantik, janganlah kita terkecoh dan menganggap ini hanyalah drama berisikan konflik ibu-ibu koaya, karena sepanjang cerita, mereka justru banyak juga ngumpulnya di rumah, masak-masak bareng, gegoleran baca komik bareng, sampai nongkrong di pinggir jalan dan makan ceker pedas bareng.

Kalau hendak disimpulkan, Avengers Social Club ini layaknya Mr. X-nya School 2017 dibantuin ibu-ibu rempong sih, heheu. Dan jangan lupakan backsoundnya yang selalu saya suka setiap kali aksi balas dendam geng ini berhasil.

Semua foto berasal dari sini.

Advertisements

7 thoughts on “Avengers Social Club : Karena Perempuan Butuh Ngumpul Supaya Kuat

  1. Waahh patut ditonton nih, btw itu bner cw yg pake topi di poster pemain 49 days? Ky beda ya, skrg agak kurusan. Dlu tembem gt kan mukanya. Tapi ga kan suudzon oplas, sapa tau diet #postiftihinking 😁😁

  2. Dari dulu pengen nonton. Tp liat posternya jadi males karena mikirnya bales dendam cewek sosialita gitu, ternyata ngga. Masuk list lah ini buat kdrama selanjutnya

    1. iya, saya juga kecele hanya karena kesan pertama lihat posternya. tapi ternyata bukan cuma kehidupan sosialita, worth to watch kok kak 😀

  3. drama tv dibikin rempong biar ramai ditonton .. hehe
    btw .. saya suka setting foto pertama … pengen punya yang seperti itu .. kesannya luxurious glamour .. haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s