If Cats Disappeared from The World (2016) : How Actually Does Life Feels Like?


acorn

“If I disappeared from the world.. the dreams and wishes I couldn’t think about, things that I couldn’t do when I was alive, and things I want to redo.. there must be many regrets left behind. But the world where I existed and the world where I vanished.. I want to believe they are different. It may be an insignificant change, but it’s proof that I was alive. Struggling and worrying, these are proof that we’re alive.”

Percayalah, bahasan kali ini bukan tentang film kucing yang tiba-tiba hilang di muka bumi semata. Saya pun kecele saat pertama kali melihat poster filmnya di postingan instagram, huhu.

Film berkisah tentang seorang pemuda yang tengah bersepeda dan menjalani kegiatan hariannya mendadak tersentak lalu jatuh menerpa tanah. Setelah memeriksakan diri, ternyata ada tumor yang kemungkinan menjadi kanker di otaknya. Syahdan, dokter memvonis hidupnya takkan lama lagi, hitungan semingguan lah. Tokoh utama yang setelah saya kulik-kulik karena penasaran namanya apa karena di film seingat saya tak pernah disebutkan namanya, dan asianwiki pun tak memberikan informasinya, malah menyebutkan pekerjaannya sebagai pengantar pos. Bahkan di deretan cast-nya, tokoh-tokoh lainnya hanya disebutkan sebagai ibu-nya, cinta pertama-nya, ayah-nya, teman-nya, singkatnya, sang tokoh utama ditempatkan menjadi anonim.

Pulang dari dokter, sang lelaki menjumpai sesosok iblis namun serupa dengan dirinya sendiri, yang menawarkan kesepakatan untuk menghapus hal-hal apa saja di dunia ini untuk mengulur masa hidupnya. Ah ya, saya juga merasa agak sentimentil dengan sosok si iblis ini, mereka-reka jikapun saya berada dalam posisi hitungan hari di masa hidup, mungkin takkan ada iblis yang kasat mata muncul di depan mata, tapi sosok antagonis versi diri saya sendiri, yang menghembuskan beragam hal di kepala, ya versis film ini lah. Karena saya yakin, kadang iblis itu ya bagian dari diri kita sendiri.

the devil that I talked all this time. sumber
the devil that I talked all this time. sumber

Perlahan, film berjalan menjadi agak sentimentil, semacam mengeluarkan sisi romantis dari benda-benda di sekitar kita gitu. Bagaimana jika untuk menukar umur kita, kita harus menghapus benda-benda di sekitar kita? Tentunya hal-hal penting yang justru memiliki peran besar dalam hidup kita. Bagaimana jika hanya untuk memuaskan ego kita untuk hidup lebih lama, kita harus menghapus keberadaan telepon yang justru menjadi sebab kita bertemu dengan cinta pertama kita, menghapus film yang justru menjadi benang merah persahabatan kita dengan seseorang, atau menghapus kucing yang justru memiliki kenangan berarti selama hidup kita? Jadii…film ini ga tok mengenai jika kucing menghilang dari muka bumi, karena saya pikir pas lihat judulnya pertama kali ya bakal tentang kumpulan atau kenangan beragam pemilik kucing yang kemudian kehilangan peliharaannya, huhu kecele.

kalo mau liat cowok nangis tapi tetep kece ya di film ini. sumber
kalo mau liat cowok nangis tapi tetep kece ya di film ini. sumber

Meskipun butuh kesabaran karena ga langsung ‘klik’ dengan alur cerita, nyatanya film ini membuat saya betah untuk terpaku di depan monitor. Dan jangan lupa efek kelam-kelam gimanaaa gitu, what is it called, gloomy yak? Jadi sepanjang film, tak banyak adegan bernuansa ceria, justru kelam tapi cukup menampilkan sisi romantis sih bagi saya. Selain itu, pertanyaan-pertanyaan filosofis sederhana yang pada akhirnya rasa-rasanya cukup terjawab di sepanjang film berjalan.

Ah ya, jangan lupakan sisi romantisme memelihara kucing yang menjadi faktor utama saya kepincut film iniii, huehehe. Kucing yang menurut saya langkaaa, bahkan mustahil ga sih, karena diem aja ditaruh di keranjang sepeda dibawa gowes, ga ada rewel-rewelnya di sepanjang adegan si kucing ini dipelihara, padahal saya mengharap hal-hal klasik kalau miara kucing kek misal kucing yang numpahin makanan, nyisirin bulunya, atau yaa bersihin litterboxnya gitu, hahaha. Nah si kucing ini abis keujanan dihandukin aja kalem, diajak bobo diem, pokoknya rasa-rasanya malah aneh deh kalau kucing tingkahnya bisa begitu. Hahaha. Justru saya menemukan hal khas kalau miara kucing tuh pas adegan awal di tokoh utama jatoh dari sepeda yang menyebabkan barang-barangnya berserakan, di mana saya menangkap ada sekaleng kecil makanan kucing, haha.

tuh kan, masa kucing sekalem itu? sumber
tuh kan, masa kucing sekalem itu? sumber

Daaan, jangan lupakan memori masa kecil saat si tokoh utama takut-takut bawa pulang kucing hasil nemu di jalan, aaarggghhh itu lucuu bangeet, cuteness overload deh anak cimit bawa kitten, haha. Dan memori-memori sang tokoh memelihara kucingnya bersama ibunya, aaarrghhh itu heartwarming! Saat menamakan kucing Retasu karena ditemukan di dalam kardus seledri, lalu dinamakan Kyabetsu karena ditemukan di dalam kardu kol, ah ya dan jangan lupa kisah di balik nama Kyabetsu itu. Beuh, dijamin hati dan sekujur badan berasa hangaat deh, ehehe.

cuteness overload
cuteness overload
Kyabetsu
Kyabetsu
perkara kol~
perkara kol~

Akhirnya, yang menjadikan film ini terasa utuh karena tak hanya membahas bagaimana memperlakukan cinta dan pertemanan saja, tapi juga ke keluarga terutama orangtua.

Akhirul kalam, kalau kalian orangnya baperan sih lebih baik siapin tisu atau sapu tangan sebelum nonton film ini sih, ehehe.

Ah ya, tenanglah, level nudity-nya rendah kok. Cocok dibuat nonton bareng di ruang keluarga tanpa harus tengsin sama mama-bapak karena ada adegan vulgar. wkwkwk

pemandangannya cakep, tone warnanya juga bikin sendu-sendu gimana gitu

Berjuang dan khawatir…
Bukti bahwa kita masih hidup…

Advertisements

5 thoughts on “If Cats Disappeared from The World (2016) : How Actually Does Life Feels Like?”

  1. Oke deh fix aku siapin tisu buat nonton film ini. Btw kucingnya anteng banget ya, beda bgt sm kucing liar disini yg kerjaannya minta makan&kawin mulu 😩

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s