The Imitation Game : Cz Everything Has A Price


Saya lupa, denger tentang film The Imitation game ini di podcastnya bang Adriano Qalbi karena faktor teknologi kriptografi yang dipakai di saat zaman perang atau karena pembahasan penemu komputer modern itu sebenarnya bukan yang selama ini kita kira.

Hingga akhirnya saya mencoba mendonlotnya dan menghasilkan kepala yang sibuk menebak-nebak, hendak memberi judul apa yang tepat dalam menggambarkan keseluruhan garis besar dari film ini. Hingga rasanya, frasa ‘everything has a price’ rasanya lumayan tepat juga.

Film berjalan dengan alur cerita maju-mundur, di mana di tahun 1951 sebuah laporan perampokan terjadi di tempat tinggalnya Alan Turing. Tak ada barang yang hilang, juga tak ada kerusakan berarti, polisi menaruh kecurigaan terhadap sang profesor tersebut. Kecurigaan penyidik makin menjadi karena sikap Alan Turing yang cenderung menutupi kejadian yang terjadi di rumahnya, hingga akhirnya mengharuskan alan turing menjalani sesi penyelidikan. Dan di situlah bermula, kisah hidup Alan Turing di masa silam.

Saat itu tahun 1939, saat di mana perang dunia kedua mulai terjadi. Alan turing, yang beneran orang pinter, ya gimana ga pinter di saat umur 23 tahun ia mempublikasikan makalah yang keren banget, ditambah umur 24 tahun dia menjadi profesor di Cambridge. Keblinger lah pinternya ceritanya, si Alan ini ngelamar ke sebuah tempat produksi radio, yang peruntukannya jelas untuk kebutuhan militer di masa itu. Awalnya komandan yang ngewawancara Alan sih agak sangsi, karena Alan cenderung arogan dan songong. Sampai akhirnya wawancara berada di titik di mana membuktikan pihak militer butuh kepintaran Alan. Dan jadilah, Alan kerja di tim rahasia, dari proyek rahasia militer Inggris yang bertujuan memecahkan enigma, semacam mesin morse gitu deh, tapi yang dihasilkan kriptografi. Duh deja vu banget loh ini, baru kemarin ngobrol sama seseorang yang lagi bahas tugas kuliah di s2 IT-nya tentang kriptografi, lah ini nonton film malah sebagian besar konfliknya di kriptografi.

Jadi apa itu kriptografi? Di film dijelaskan, kriptografi itu bukan pesan rahasia. Justru pesan biasa-biasa aja yang ga ditutupin sama sekali, bebas diakses tapi orang lain ga ngerti, cuma yang tau aturan mainnya doang yang ngerti.

“Pesan yang bisa dilihat semua orang, tapi tak ada yang mengerti kecuali yang punya kuncinya.”

Di masa perang, Jerman mengirim sinyal lewat enigma yang bahkan bisa diakses ke semua radio AM, tapi pihak militer Inggris setiap hari nyadap dan nyatet, ga pernah bisa paham apa maknanya. Yang tertangkap cuma rangkaian huruf yang acak-acakan. Nah militer Inggris itu ngebikin proyek rahasia, ngebentuk tim khusus yang beranggotakan orang-orang pintar nan cerdas yang bertujuan mecahin apa pesan-pesan yang diluncurkan militer Jerman lewat mesin enigma itu. Dikumpulkanlah Alan turing matematikawan, ada yang juara catur, dan orang-orang jenius lainnya.

b9316343114z-1_20150221184429_000_gs4a16gf4-1-0
wujud dari Enigma. gambar dari sini

Di awal, kesongongan Alan Turing karena merasa dirinya pinter terlihat jelas. Dia menolak kerjasama dengan timnya karena dianggap bakal ngebikin lelet kerja, lalu konflik dengan sang komandan militer yang gamau ngasih dana padahal kebutuhan alan buat beli alat-alat tuh urgent banget. Namun lambat laun karena situasi, alan pun didesak untuk mengesampingkan egonya. Sampai akhirnya dirasa butuh ngerekrut tambahan orang, Alan pun bikin sayembara teka teki silang yang dipublish di koran. Semua yang bisa ngejawab, bakal diundang buat ikut seleksi masuk ke proyek rahasia tersebut. Dari sekian orang yang terpilih, akhirnya menghasilkan Joan gabung ke tim mereka.

Dengan hadirnya Joan yang notabene perempuan seorang diri di tengah laki-laki, pelan-pelan juga membawa perubahan. Joan ngajarin Alan buat ga egois, karena proyek mereka itu berat dan mustahil, maka dibutuhkan kerjasama dari semua anggota tim. Alan pun berubah, yang tadinya rekan setimnya benci parah karena kesombongan dan arogansi alan, mereka jadi support satu sama lain. bersama-sama, mereka bantu ngewujudin idenya alan untuk bikin sebuah mesin yang bisa menerjemahkan sandi/sinyal-sinyal enigma. Ah ya, seberapa susah mecahin pesan dari enigma sih? Nah, kalo diitung tuh bisa ada 159 nol-nya 18 kemungkinan, sampe saya tulis loh penulisannya, jadi 159.000.000.000.000.000.000, hahaha. Yang kalo diitung-itung bisa makan waktu 20 tahun mecahinnya pake otak manusia. Lamaaa kan, keburu musnah negera karena dibombardir perang mah, huhu. Makanya, Alan tuh kekeuh ngebikin mesin yang bisa ngolah data dari enigma, ngebikinnya manual loh, pake rotor, lalu gir yang di pinggirannya ada alfabet, semuanya muter persis kek cara kerjanya jam dinding, kalo susunannya pas bakal ngebentuk deretan kata. Dan mesinnya segede lemari, dengan kabel-kabel yang berjuntai di sana-sini, yang pasti beda banget lah sekarang mah mau mecahin hal-hal kek gitu bisa pake aplikasi atau sistem yang bahkan bisa diakses mobile lewat hp, huhu. Thanks to Alan Turing, yang sebenarnya menginovasikan cara kerja komputer modern hingga bisa ada seperti yang biasa kita gunakan hari ini.

the-imitation-game-benedict-cumberbatch
Mesin Turing / Christopher. sumber gambar

Ah ya, di balik kejeniusan Alan, dia bukan manusia perfect loh. Diceritakan, Alan semasa kecilnya sering banget kena bully di sekolah, dibully di depan temen-temen, sampai kekerasan macem dikurung di bawah lantai kayu di kelasnya, hingga akhirnya datanglah temannya yang bernama Christopher yang ngebantu dan nemenin alan kapanpun. Trauma jadi korban bullying itulah, yang akhirnya menjadikan Alan seorang homoseksual, sesuatu yang dia rahasiakan dan tutup rapat-rapat karena undang-undang di Inggris saat itu yang melarang keras hal-hal semacam itu.

Apa yang bisa saya petik dari film ini? Entahlah, ada banyak rumusan-rumusan kesimpulan, kebiasaan yang selalu saya lakukan tiap kali membaca buku atau nonton film, tapi buat yang imitation game ini rada susah euy. Mungkin betapa perang pun sebenarnya permainan, gimana kita berlomba-lomba menghadirkan teknologi buat ngebikin kita menang, kayak enigma buatan Jerman itu. Mungkin juga tentang efek dari bullying itu ga bagus, makanya ngebikin alan trauma dan lebih menyukai sesama jenisnya. Atau juga tentang fakta bahwa penemuan komputer modern itu sebenernya dari Alan Turing, bukan dari Charles Babage yang selama ini kita tahu.

Ada juga bagian yang agak dark. Dikisahkan, bertahun-tahun kemudian setelah perang berakhir, mereka kan disuruh untuk ngebakar semua berkas dan arsip, ga saling bertemu dan harus saling ngelupain, mirip sinar penghapus ingatan di film Men in Black itulah, nah suatu hari Joan yang dulunya sempet mau ngejalin hubungan sama Alan eh terpaksa kandas karena konflik saat itu, akhirnya mampir ke rumahnya alan. Joan kini sudah menikah, dan memiliki pekerjaan yang lumayan baik. Tipikal hidup layaknya orang normal lainnya lah. Sedangkan Alan, hidup sendiri, rumahnya berantakan karena ambisinya ngebikin mesin yang lebih canggih lagi, dan harus menjalani terapi homonal karena ketauan tentang orientasinya yang homoseksual. Sempet Alan curhat ke Joan, betapa dia mengeluh karena hidupnya yang ga normal dibandingkan dengan hidupnya Joan sekalipun. Tapi, Joan yang memang dasarnya sih super baik, berusaha menghibur alan. Joan bilang, dia naik kereta api melintasi kota yang dasarnya ga bakalan ada kalo alan ga ngebikin mesin Christophernya itu, Joan ga bakal bisa kerja dan menikmati berbagai bidang ilmu pengetahuan, kalo alan ga ngebikin alat yang bisa memecahkan sandi dari enigma. Semua yang ada di hari ini, ga bakal ada kalo gada kiprahnya Alan-dan itu juga berkat ketidaknormalannya Alan.

Saya jadi teringat film Hawking, di mana hidupnya Stephen Hawking juga ga beres-beres amat, juga ga normal-normal amat, tapi mampu memberikan sumbangsih yang besar bagi kehidupan manusia lainnya. Ah ya, saya juga pernah mendengar seorang teman yang merupakan anggota tim sar, yang dulu sempat berujar mengikhlaskan hidupnya jikalau tidak menikah demi bisa mengabdikan diri. Hmmm.. Dunia tuh emang gitu ya kayaknya? Kita butuh orang-orang gila, orang-orang yang bahkan ga beres-beres amat hidupnya, cuma biar bisa ngebikin kehidupan manusia lainnya berjalan normal dan lancar, gitu gak sih?

Meminjam jokes-nya bang Sammy Notaslimboy, “everything has a price.” Bahkan buat setiap kemudahan hidup yang kita cecap saat ini, itu sumbangsih dari orang-orang yang bahkan banyak kita ga tau latar belakangnya kayak apa.

the-imitation-game-cumberbatch-and-knightley
Alan lagi curhat sama Joan. sumber gambar

..terkadang, orang-orang yang tak terbayangkan adalah orang yang mampu melakukan hal tak terbayangkan.

Di kemudian hari, proyek pemecahan sandi enigma ini menjadi rahasia pemerintah selama kurang lebih 50 tahun. Alan Turing pun dianugerahkan anumerta, dan diberikan pengampunan atas orientasi seksualnya tersebut. Dan konon, berkat mesin yang namanya christopher itu telah menghentikan perang 2 tahun lebih cepat, dan telah menyelamatkan lebih dari 14 juta jiwa.

So, tontonlah the imitation game, kalau mau ngerasain deg-degannya nonton film tentang perang tapi latarnya bahkan bukan di medan perangnya 🙂

ps. featured image is belong to here and edited by me.

Advertisements

14 thoughts on “The Imitation Game : Cz Everything Has A Price”

      1. ehehe iya kak. tadinya emg rada ngenes sih, Joan tetep mau nerima Alan krn dipikirnya mereka saling peduli dan pernikahan mereka bakal baik-baik aja. Cuma karena tekanan dari agen MI6 itu yg ngancem Joan bakal kena proses hukum, makanya Alan ngalah demi kebaikan utk Joan :'((

      1. Iya, mungkin semenjak Downey Jr jadi Ironman, dia pingin naik level juga dari Sherlock Holmes jadi punya kekuwatan super…wahwha

  1. gue takjub pas Alan Turing mecahin enigma dengan Metode Maximum Likelihood yang rumus-rumusnya ia tulis di kertas. Ternyata salah satu teori yang gue pelajari saat kuliah itu ada manfaatnya juga..

    1. oh no, dirimu pun apal nama rumusnya kak? keren! ehehe. saya ingetnya ‘likelihood’ karena liat kata itu samar-samar, dan keingetpun karena di output spss tuh biasanya ada kata itu 😀

  2. ohh pantas waktu nonton dr strange kayak pernah tahu orangnya. ternyata yg main disini ya. ya kan? hehe *saya kurang bisa hapal wajah.
    ini filmnya keren banget. 😀 saya sukkkaaa… tapi endingnya bikin sedih. 😦

    1. iyap kak betul, malah karena ku blm nonton dr. strange baru tau kalo dia main di film itu, ehehe
      iya, ngenes-ngenes gimanaa gitu 😦 tapi untunglah atas jasanya diberikan gelar pahlawan sm pemerintahan inggris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s