Mai Mai Miracle (2009) dan Tentang Teman Bermain yang Ajaib


Dalam masa kecil, kita pasti punya teman bermain yang ajaib. Yang benaknya penuh diisi imajinasi hebat, dan selalu ada untuk melindungi serta menyenangkan kita. Coba diingat-ingat, ada atau tidak? Yang jelas, Kiiko punya teman yang seperti itu.

Film ini berlatar tahun 1955, 10 berlalu sejak Perang Dunia II berakhir di Jepang. Hiduplah Shinko yang punyai ‘mai mai atau biasa kita sebut ‘user-useran di rambut’, duduk di kelas 3 SD dan sering mengkhayalkan dunia sekitarnya dengan cerita-cerita dari kakeknya tentang lingkungan mereka yang dulunya menjadi ibukota, 1000 tahun yang lalu. Btw, kakeknya Shinko ini tipe-tipe kakek lovable yang senang dongeng, senang membuatkan mainan untuk cucunya, dan figur kakek yang bisa dicurhati atau ditanyai ini-itu tanpa sekalipun menghardik karena meresa direweli atau diganggu oleh cucunya yang penuh rasa ingin tahu. Bagi orang-orang dewasa yang punya sosok kakek semacam ini, pastilah meninggalkan kesan mendalam saat kita tumbuh besar.

tumblr_nrr7d34ebw1tqla85o6_1280
kakek ngebikinin ayunan akar buat Shinko. sumber 

Kakek selalu bercerita pada Shinko, bahwa ladang gandum di sekitar mereka itu dulunya bukanlah ladang gandum biasa. Sebab, selokan air tak mungkin membelok ke kanan dengan tajam, pasti ada bekas bangunan tertentu dulunya sehingga mengharuskan aliran air itu dibelokkan dengan lekukan tajam. Shinko yang memang berdaya khayal tinggi, mempercayai cerita kakeknya. Ia kerapkali membayangkan jalan di desanya yang sekarang dilintasi motor, dulunya dilintasi gerobak sapi, lalu tempat-tempat lainnya yang dulunya didirikan bangunan 1000 tahun lalu. Ah ya, jangan lupakan grafis penggambaran imajinasinya Shinko, saat ia memandang jalanan yang kosong tiba-tiba muncul gambar ‘peyot’ khas buatan anak-anak berbentuk gerobak sapi, lalu perlahan-lahan berubah menjadi gambar gerobak sapi yang sempurna.

untitled
Shinko lagi ngayal

Suatu hari, muncul siswi baru pindahan dari kota yang masuk ke kelasnya Shinko. Namanya Kiiko. Tipikal murid pindahan dari kota ke kampung, Kiiko ini bikin waa di kelas. Mulai dari kelas yang wangi karena parfum, penampilan fisik yang lebih kinclong, hingga peralatan menggambar yang lebih keren dibanding anak-anak sekelas lainnya. Aseli, ini film membuat saya banyak memutar ingatan ke zaman SD dulu, dan sedikit banyak menemukan kemiripan memori di film ini, hahaha. Jadi gini, pernah ga dulu pas SD punya temen yang ‘nyeremin’, dalam artian karena fisik atau karena tempramennya? Nah di awal Kiiko di kelas, sempet ada anak yang ingusan, kukunya acakadut karena keknya sih jarang dibersihin dan kebanyakan main, tiba-tiba minjem pensil warnanya Kiiko. Namanya Shigeru. Dasar ni anak seenaknya, pensil warnanya Kiiko patah dan malah diraut pakai cutter yang menghasilkan pensilnya cepet pendek. Karena merasa ga sanggup ngeliatnya, Kiiko ngeberaniin diri untuk menegur yang ujungnya bikin sedikit keributan di kelas. Di sinilah, awal mula akhirnya Kiiko dan Shinko akhirnya akrab.

mai-mai-112
Shigeru yang awalnya ‘nyeremin’. sumber

Saat pulang sekolah, Shinko mengikuti Kiiko di sepanjang jalan pulang. Dasar emang Shinkonya tuh anak baik nan ramah, didiemin sama Kiiko yang kaleem banget tuh Shinko tetap santai. Sampai akhirnya Kiiko mempersilakan Shinko masuk ke dalam rumahnya. Di sini, terjadi perbedaan kelas sosial yang mendalam. Mulai dari rumah yang bagus, perabotan rumah, mainan, hingga Shinko terkagum-kagum dengan tanngga di rumahnya Kiiko, hahaha. Jadi, baik di rumah maupun di tetangganya Shinko, ga ada yang rumahnya pake tangga. Nuansa jadulnya kerasa banget sih, Shinko nanya ke Kiiko apa dia pernah lihat tv di Tokyo apa engga, dan dijawab sudah pernah 2 kali. Itu sih jaman dulu, tv masih jadi barang mewah. Sekarang maaah, yaaah~

Kemudian Shinko mengajak Kiiko untuk bertandang ke rumahnya. Kiiko dikenalkan dengan segala sesuatu yang ada di hidup Shinko : kakek, nenek, adiknya 5 tahun yang bernama Mitsuko, sampai Shinko membagi khayalannya tentang kisah 1000 tahun yang lalu, kisah tentang lingkungan tempat Shinko tinggal yang dulunya konon merupakan sebuah ibukota. Konyol sih, ada scene di mana Kiiko asal ngambil coklat dari meja ayahnya, dimakanlah itu coklat bareng-bareng Shinko dan Mitsuko. Setelah dirasa, di mulut rasanya aneh. Ternyata itu coklat dalamnya whiski! Dan mabuklah mereka bertiga bocah-bocah kecil itu. Keknya pernah deh, ada suatu waktu di masa kecil kita, kita ngelakuin kesalahan yang konyol karena faktor kita masih anak-anak, yang contohnya mereka teler karena sembarangan makan coklat ini, hahaha. Tapi berkat teler itulah, terkuak mengapa Kiiko cenderung diam dan menutup diri, karena ibunya meninggal karena sakit sejak ia masih kecil. Dan ia lebih sering sendiri karena ditinggal ayahnya yang sibuk.

untitled2
mabuk

Shinko dan Kiiko pun segera menjadi sahabat. Berdua, mereka berandai-andai membayangkan kisah 1000 tahun yang lalu menjadi nyata. Mereka juga membayangkan, adanya sesosok tuan puteri seusia mereka yang begitu mendambakan teman bermain. Intinya, di film ini kisah si tuan puteri di masa 1000 tahun lalu itu paralel dengan masanya Kiiko dan Shinko.

tumblr_lw4vwytwzc1r5fazco1_1280
sang puteri. sumber

Hidup Kiiko pun berubah, ia menjadi lebih periang, lebih banyak teman, semua berkat ketulusan dan kekonyolan Shinko. Hingga akhirnya pelan-pelan terbentuklah sebuah geng bermain milik mereka.

tumblr_nlm1ovw7k21rf5xnuo5_540
geng! sumber

Geng tersebut bermula saat Shinko dan Kiiko mendapati Shigeru dan Tatsuyoshi (kelas 5) bocah laki-laki yang tengah mengendap-endap hendak melakukan sesuatu di kebun murbei. Usut punya usut, mereka tengah membuat dam, dengan cara menyumbat aliran air dengan batu, lalu ditunggu hingga aliran airnya terkumpul. Kemudian saat air sudah terkumpul banyak, dibukalah sumbat airnya sehingga menghasilkan aliran air yang segera membasahi mereka. Dan mereka segitu gembiranya mainan begitu doang, wkwkwk. Karena tak puas, mereka berencana membangun bendungan yang lebih besar lagi, hingga terkumpullah Mitsuru (kelas 6) dan Tatsuyoshi (kelas 5) yang kemudian membantu mereka. Bahu-membahu, terbentuklah bendungan cukup besar yang akhirnya menghasilkan kolam. Karena merasa sayang, mereka tak jadi membuka sumbat airnya, dan membiarkan kolam itu untuk bermain, yang kemudian menjadi spesial karena kedatangan ikan mas (ikan cupang?) yang makin menghiasi kolam mereka. Menonton bagian ini, saya makin kangen masa-masa kecil dulu, di mana seharian bebas main di alam, entah membangun gubuk-gubukan di kebun atau beramai-ramai ke kali mencari ikan, huhu.

untitled3
main ginian aja bahagia banget
untitled5
bikin bendungan bareng-bareng
untitled7
jadi kolam gitu
tumblr_nlm1ovw7k21rf5xnuo6_540
ada ikannya. sumber

Pelan-pelan, bendungan ini jadi populer, teman-teman sekolah mereka berdatangan dan ikut bermain di tepian kolam, hingga Mitsuko adiknya Shinko yang kadang rewel tapi ngegemesin juga ikutan main di kolam ini.

untitled8
banyak yang dateng
untitled12
Mitsuko (baju pink). kadang ngingetin sama Setsuko di sini

Ah ya, ada scene di mana melibatkan Mitsuko dengan geng bermain ini. Jadi ceritanya mereka bareng-bareng ke liang persembunyian (reminds me with that post) yang katanya di dalam masih ada bandit yang ngumpet. Namanya anak-anak, awalnya sih sok berani karena penasaran, hingga akhirnya mereka masuk bareng ke liang yang gelap, ga sengaja nendang kaleng bekas, yang kemudian kaget bareng-bareng karena pas nyalain api ada bayangan mata menyala, hahaha.

untitled9

Semuanya mah lari, tapi Mitsuko yang paling kecil ternyata berani menghadapi sosok 2 mata tersebut, yang ternyata milik seekor kucing. Mana kucingnya kecil masih ngegemesin gitu lagii >.<

untitled11

Film ini tak melulu bercerita tentang indahnya masa anak-anak, ada beberapa realita yang rasanya sih ada yang terlalu ‘dark’. Diceritakan ikan mas yang diberi nama Hitsuru di kolam bendungan itu mati karena keracunan parfumnya Kiiko yang awalnya diniatkan untuk menghias kolam, lalu ayahnya Tatsuyoshi yang seorang polisi ditemukan gantung diri karena skandal dengan wanita penghibur, frustasinya Kiiko yang berusaha menggali figur ibunya seperti apa, konflik si toko tuan puteri di dalam dongeng yang juga makin meruncing, hingga kisah ibu guru favorit mereka yang dikabarkan akan ke luar dari sekolah karena hendak menikah. Semua memiliki konfliknya masing-masing, tapi masih tetap menyenangkan untuk ditonton sih, mungkin agak pe-er aja kalo nonton bareng anak kecil dan ngejelasin gimana konflik yang dialami oleh Tatsuyoshi.

Tapi pelan-pelan, semua teratasi berkat kerjasama, dan terutama keajaiban Shinko yang memiliki karakter ‘perempuan kuat’. Dan di akhir film, sangat disayangkan tokoh kakeknya Shinko yang sungguh lovable ini wafat, karena penyakit asmanya yang sudah sangat sering kambuh T_T.  Padahal tokoh kakek ini canggih banget lho, dari saluran air yang terlihat membelok tajam ke kanan aja, udah bisa nganalisis ada peristiwa di baliknya.

untitled10
scene pemandangannya bikin pengen

Menonton film ini bagi saya sangat menyenangkan, semacam rasanya pengen balik lagi jadi anak kecil, huhu. Backsoundnya juga lumayan, awalnya sempat terasa mengganggu, tapi lama-lama malah jadi penambah keseruan dan meningkatkan ‘mood’ alur ceritanya. Aah jangan lupa pemandangan pedesaan tempat mereka tinggal. Perbukitan di kejauhan, ladang-ladang, hutan tempat bermain, hingga nuansa pedesaan yang kental terasa, karena dikisahkan Shinko tuh kalau mau ke luar rumah di malam hari masih harus bawa senter. Sebuah film, yang akhirnya mampu menerjemahkan betapa tidak bersyukurnya saya sebagai manusia di umur segini : masih kecil mau jadi pilot, jadi dokter, jadi insinyur, udah gede maunya balik lagi jadi anak-anak, huhu.

Advertisements

13 thoughts on “Mai Mai Miracle (2009) dan Tentang Teman Bermain yang Ajaib

  1. Film bertema anak kecil bikinan Jepang memang cukup menguras emosi,
    dulu pernah nonton versi orangnya Chibi Maruko-chan, ternyata lebih serius ketimbang film kartunya, ahahah

    1. aaah, chibi maruko-chan memang seruuu, kartunnya favorit dulu tuh pas msh jaman2nya ditayangin di tv, ehehe. eh, seru ya versi manusianya? boleh juga tuh buat didonlot

    1. iyaa, kan rempong juga kalo anak kecil punya problem kek gitu, huhu
      galau juga sih endingnya, ga happpy-happy amat menurutku kak, soalnya Shinko kan pindah rumah. 😦 jadi happy endingnya agak nanggung gitu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s