Wolf Children (2012) and How Women Supposed to Be


Biasanya ngepost review film di sini, tapi berhubung lagi gandrung sama per-gif-an-dari-scene-anime, ditambah biar lebih enak pengarsipan postsnya, maka ditulislah di sini.

Semua berawal dari dorongan untuk download film animasi dengan semena-mena tanpa mengindahkan judul maupun isi filmnya. Pokoknya ada stok film aja dulu. Sampai akhirnya saya membuka salah satu file dan judulnya “Wolf Children”, dan membuat saya dalam hati berujar “Lah, ga salah donlot nih?”. Selanjutnya, karena toh acara tv pun tak banyak yang menghibur, akhirnya ditontonlah itu film. Dan ternyata cakeep!!

Kisah dimulai dengan narasi yang menceritakan kisah hidup Hana. Diceritakan, saat dilahirkan di belakang rumahnya tumbuh kuntum bunga kenikir yang jarang muncul. Syahdan, sang ayah pun memberinya nama ‘Hana’, yang bermakna bunga dengan harapan akan tetap memberi keindahan bagaimanapun peliknya hidup. Sejalan dengan ungkapan ‘nama adalah doa’, maka Hana tumbuh menjadi orang yang tegar. Ia selalu tersenyum dalam menghadapi masalah apapun, sampai-sampai ia dibenci keluarganya karena saat upacara pemakaman ayahnya ia tetap menyungging senyum dibandingkan terisak. Ia cukup tangguh untuk mengamalkan apa yang diajarkan ayahnya.

Hana dewasa berkuliah di sebuah kampus pinggiran Tokyo, dengan dengan menyambi kerja di sebuah laundry. Suatu hari saat perkuliahan, matanya menangkap sesosok asing yang tanpa buku teks tengah menyalin dan mengikuti pelajaran dengan tekun. Dasar Hana ini orang baik, Hana menghampiri orang tersebut tatkala orang tersebut tak mengembalikan kartu presensi. Di awal-awal perjumpaan, respon laki-laki tersebut sangat dingin, bahkan berjanjiย takkan mengikuti lagi perkuliahan jika ia dianggap merusak pemandangan hanya karena ia bukan mahasiswa kampus namun mengikuti kelas. Namun lambat laun mereka akrab dan saling menjatuhkan hati hingga akhirnya tinggal bersama. Si lelaki ini pun dalam suatu kesempatan mengakui dirinya seorang manusia serigala, keturunan terakhir serigala Jepang yang dianggap sudah lama punah. Hana pun tak mempermasalahkan, hingga akhirnya suatu hari Hana dinyatakan hamil.

Hana melahirkan di kamar kostnya, hanya berdua dengan suaminya karena khawatir dokter dan pihak rumah sakit akan shock mendapatinya melahirkan anak serigala. Ternyata bukan deng…. Hana tetap melahirkan bayi berbentuk manusia kok. Bayi tersebut dinamai Yuki, karena lahir di saat hari tengah turun salju. Setahun berselang, Hana hamil lagi dan melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Ame, yang lahir ketika hujan sedang turun.

Hidup tak selamanya berjalan mulus. Suatu sore, si manusia serigala tak jua pulang. Cemas, Hana pun mencarinya dan menemukan sesosok bangkai serigala yang tengah diangkut petugas kebersihan di selokan air. Entah karena hasrat berburunya sedang naik, atau karena ingin memberikan tambahan nutrisi bagi istrinya yang baru saja melahirkan, nyatanya tindakannya yang nekat berburu tersebut berujung maut. Hana pun merawat kedua anaknya seorang diri.

Di sinilah alur cerita menjadi seru. Saya awalnya menyangka film ini hanya akan menyajikan romansa manusia-makhluk jadi-jadian layaknya Twilight, nyatanya film ini lebih dari sekadar itu.

Digambarkan perjuangan Hana mengasuh anak-anaknya yang kepribadiannya sangat berbeda satu sama lain. Yuki sang kakak berkepribadian aktif, super lincah, sampai di taraf bawel dan rewel kalau permintaannya tak dituruti. Sedangkan Ame cenderung pemalu, penakut, dan bertubuh lemah. Pokoknya kehadiran mereka ini benar-benar ngerepotin Hana banget, sampai saya tahu ternyata meme gif yang beredar di internet dengan scene seorang ibu tengah menyetrika lalu satu anaknya tengah memanjat rak yang membuat sang ibu terpaksa menghentikan kegiatannya demi menahan agar raknya tak roboh menimpa mereka tuh dari film iniii. hahaha.

tumblr_my8nraz3gn1t0ekd2o1_500
Yuki super ngerempongin emaknya. sumberย gif

Digambarkan pula krempongan-kerempongan lainnya yang dialami Hana dalam mengurus anaknya seorang diri. Mulai dari :

tumblr_n2oqea2flj1qi6b5eo1_500
rumah berantakan parah. sumber gif
tumblr_n681bks98b1ruyj56o3_500
bebenah sambil ngantuk-ngantuk. sumber gif

Pokoknya realita emak-emak ngurus anak banget lah! haha. Oya, sempet juga tuh Hana galau kalau anak-anaknya sakit, bingung mau bawa ke rumah sakit atau dokter hewan. Jalan yang dipilih Hana akhirnya nelpon dokter sambil nyebutin ciri-cirinya Yuki yang sempat keracunan karena sembarangan makan. Hana pun belajar memahami tumbuh kembang anak-anaknya lewat buku, otodidak, karena punya anak setengah serigala begini ga mungkin kan dilakukan sambil nanya-nanya ke tetangga rumah. Sampai akhirnya mereka ditegur tetangga dan pemilik kostan karena anak-anaknya Hana ini kalau malem berisik nangis mulu dan sempat dikira memelihara hewan karena auman Yuki dan Ame. Mereka akhirnya pindah ke pedesaan, suatu tempat yang dianggap Hana baik bagi anak-anaknya tinggal. Meski Hana pun awalnya ga punya bekal apa-apa untuk hidup di desa.

Di desa, mereka menempati rumah tradisional tua yang pada akhirnya menguji ketangguhan hati Hana. Mulai dari ngerenov rumah sendiri, naik-naik genteng benerin yang bocor, sampai mengolah tanah supaya menghasilkan hasil bumi yang cukup bagi anak-anaknya.

tumblr_nb1wuxbeee1rafrkzo1_5001
rumah tua yang bikin kepengen. sumber gif

Awalnya, kerja Hana ngolah tanah selalu gagal. Hana pun masih takut-takut bersosialisasi dengan penduduk desa karena khawatir orang-orang takkan menyukai anak-anaknya.

tumblr_n7f51vyn8j1tapx6uo1_5001
belajar ‘nani’. sumber gif

Sampai akhirnya muncul kakek Nirasaki yang kepribadiannya sih kayaknya killer, tapi hatinya baik. Ujug-ujug si kakek ini datang ke kebunnya Hana, ngatain dia ga bakal berhasil menumbuhkan sayuran. Di hari berikutnya, si kakek ngetatar Hana cara bercocok tanam, versi strict tapi. Hana diomelin, disuruh nyangkul yang bener, menimbun bibit dengan benar, yang ujungnya berbuah manis. Kebun mereka menghasilkan dan panen!

tumblr_mzizqtne041swmg9to2_r2_500
panen! sumber gif

Kultur pedesaannya kerasa banget di film ini. Mulai dari petani-petani lain yang turut ngajarin Hana cara bercocok tanam yang baik, membalas pemberian hasil panen dari Hana yang awalnya niat Hana ngasih buat berterimakasih karena sudah diajarin bertani malah bikin Hana kerepotan karena dibalas berkarung dan bertumpuk-tumpuk hasil bumi lainnya, sampai kulkas Hana yang mungil tak muat menampungnya, dan penduduk desa pun segitu care-nya sampai nyediain Hana kulkas baru yang lebih gede.

sc2
ngasih sedikit dibales berkarung-karung
sc1
sampai keberatan bawanya
sc3
jadi banyak persediaan! haha

Menurut saya sih scene mereka tinggal di desa ini menghangatkan hati banget. Yuki dan Ame mau bantuin mamanya belajar berkebun, pemandangan alamnya yang menyejukkan mata, sampai pada tingkah tetangga mereka yang baik hati maupun konyol. Ada satu momen di mana Ame ga mau sekolah, saat Hana curhat tentang itu ke tetangga, malah direspon sama kakek Nirasaki dengan bilang begini :

Anak laki-laki yang tidak mau sekolah sejak SD punya masa depan cerah. Edison dan aku sama seperti itu.

sc4

Awalnya sih bingung yang dimaksud si kakek tuh Edison, kan di film ga pernah kesebut tokoh yang bernama Edison, ternyata tuh Thomas Alfa Edison yang memang track record bersekolah di sekolah umumnya jelek! hahaha. Memang sih, untuk beberapa situasi tertentu, ikut sekolah umum tak selalu menjamin kesuksesan di masa dewasa. But really this grandpa reminds me to my beloved grandpa. Kepala putih ubanan, postur badan tegap karena kebanyakan nyangkul, jago cocok tanam, sampai watak keras padahal hatinya baik luar biasa. ๐Ÿ˜€

Ya, memang kisah Yuki dan Ame dalam bersosialisasi ini beda ceritanya. Kalau Yuki jadi anak yang aktif di kelas, banyak teman, beda hal dengan Ame yang malah ogah-ogahan ke sekolah karena dia pendiam, dan cenderung jadi korban bully. Meski di awal Yuki pun sempat ga pede bahkan punya konflik dengan teman sekelasnya, nyatanya Yuki memilih untuk menjadi manusia, dan hidup layaknya manusia normal. Beda dengan Ame, yang saya kira di awal ketertarikannya pada tumbuhan dan hewan akan membawanya menjadi sosok peneliti alam, nyatanya malah membuat Ame ke gunung untuk berguru pada serigala di hutan dan pada akhirnya membuat Ame memilih untuk menjalani hidup sebagai serigala. Keputusan ini bukan tanpa alasan, selain Ame memang memiliki keprihatinan lebih terhadap kondisi alam, juga karena sang guru serigalanya sudah harus memiliki pengganti untuk menjaga hutan.

Secara keseluruhan, saya menyukai film ini karena secara tak langsung mengajarkan bagaimana kuat menghadapi masalah, tegar menghadapi hidup, dan bagaimana proses pencarian jati diri yang terbukti dengan jalan hidup yang dipilih masing-masing anaknya Hana. Sosok Hana pun terlihat tangguh dengan tidak banyak menangisi hidup, bahkan saat anak-anaknya rewel pun ia tak berteriak menghardik, namun bersabar dengan menegur baik-baik. Juga bagaimana menghadapi keberagaman perilaku anak, yang meski Yuki dengan segala tingkah hiperaktifnya di masa kecil hingga perubahan sikap saat ia remaja, Hana mampu mendampingi Yuki hingga saat-saat Yuki memutuskan menjalani hidup sebagai seorang manusia. Hana juga senantiasa tegar menghadapi Ame yang saat kecil lemah, mengeluh tak betah tinggal di desa, hingga cenderung manja, saya suka bagian Hana yang selalu mengayomi Ame, selalu mengatasi tingkah Ame yang saat kolokannya kumat lalu Ame bilang : “Hibur aku,” maka Hana dengan penuh kasih sayang mengelus tubuh Ame dan membisikkan kalimat-kalimat penghiburan.

tumblr_mqwnn7sgnz1r32an8o1_500
selalu mengayomi. sumber gif

Pokoknya setantrum apapun anak-anaknya, Hana selalu berusaha tegar. Meski sempat galau juga sih, saat Ame hampir tewas karena tenggelam di air dingin dan saat Ame menghilang di tengah badai lalu memutuskan ke gunung untuk menjadi serigala, Hana sempat menangis dan khawatir tidak merawat Ame dengan baik, namun berkat mimpi bertemu dengan mendiang suaminya yang mengatakan Hana telah melakukan segalanya yang terbaik akhirnya menjadikan Hana ikhlas dengan jalan hidup yang dipilih Ame. Figur Hana ini rasa-rasanya cocok untuk dijadikan refleksi, meski hanya tokoh fiksi yang berasal dari film animasi, kita bisa belajar dari manapun kan? ๐Ÿ˜€

..bahwa jadi perempuan itu harus tegar, bahkan saat ditinggal suami dan harus membesarkan anak-anaknya seorang diri, mengusahakan nafkah hidup yang baik di desa meski tanpa bekal kemampuan bercocok tanam, lewat Hana kita sedikit-banyak diajarkan untuk menjadi perempuan kuat di masa-masa tersulit sekalipun.

Rating? Ah, itu terlalu formal untuk postingan yang bahkan terlalu mager untuk menyisipkan informasi detail film Wolf Children ini. ๐Ÿ˜›

p.s. : featured image belongs to here.

Advertisements

20 thoughts on “Wolf Children (2012) and How Women Supposed to Be

      1. Ini malah lg hunting detective conan the movie, gegara nonton seri 20 kok banyak tokoh baru, jadilah napak tilas ke seri2 sebelumnya, ahaha

      2. walah, conan toh ๐Ÿ˜€ saya dulu ngikutin conan, cuma ujungnya berenti karena pelan2 terkontaminasi dgn trik pembunuhan ini itu, huhuhu

    1. aargh iyaa, pengen ke desa-desa jepang. atmosfer alam dan tradisional nyatu bangeet ya keliatannya, karena sering dijadiin scene di film bikin kita kepengen. huhu

    1. woah, ada versi bukunya toh kak? saya jadi tahu ini, hehe
      kemarin2 sih sempat lihat anime movie ttg werewolf kayak ini, tapi bingung antara itu lanjutan kisah anak-anaknya Hana atau memang ceritanya mirip-mirip aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s