16 Juli Ini ; antara 19, Aku dan Kamu Nanti


Kemarin lalu, genap sudah 19 tahun lalu mama meregang nyawa, melahirkan anak pertamanya yang masih kadang sangat kekanak-kanakan hingga kini. Banyak hal yang berkelebat di kepala menghadapi pertambahan bilangan usia dan pengurangan jatah hidup ini.

Betapa hidup telah berjalan begitu cepat, hingga kadang aku tak sadar banyak hal ajaib yang telah kulewati. Dan kali ini, aku menulis untukmu, untuk kalian, makhluk bermata indah yang kelak akan ke luar dari rahimku, sebagai catatan bahwa ibumu pernah muda dan sering gamang, terlepas keberadaan tulisan ini akan sampai pada kalian atau tidak.

Beberapa tahun lalu, menjadi dewasa hanyalah impian bagi ibumu ini. Membayangkan bisa bebas bepergian tanpa diantar, naik angkot sendiri, punya uang jajan sendiri, punya KTP, rasanya indah saat dibayangkan. Dan beginilah ibumu sekarang, terhenyak di meja kantor, dengan sekelumit persoalannya. Sekarang ibumu sudah tak lagi anak-anak. Sudah tak lagi memakai seragam, tak lagi minta dibantu jika mengerjakan PR, tak lagi disuapi kala sarapan pagi. Betapa hidup berjalan terasa cepat.

16 Juli ini, tanpa perayaan, tanpa kejutan-kejutan menghebohkan itu. Karena fase itu sudah lewat. Ibumu terhenyak di kesunyian, berkutat dengan alam pikirnya, dengan dunia ciptaannya sendiri. Memikirkan banyak hal. Tentang impian-impian yang masih selalu menggelisahkan tidur, tentang euphoria tempat-tempat yang ingin dijejak, tentang puncak-puncak yang ingin digapai, tentang pekerjaan yang entah sampai kapan akan digeluti, tentang ingin menjadi ini-menjadi itu, tentang pelajaran-pelajaran kuliah yang harus dikebut dan tentang hati, yang entah dengan siapa akan berbagi kisah hidup ini, hingga nanti kelak akan kalian panggil ayah. Setidaknya, catatan kecil ini mampu menuntaskan rasa ingin tahu kalian seperti apa ibu kalian ketika muda.

Dan di antara keababilan masa muda, aku berusaha untuk menyiapkan hal-hal indah untukmu kelak. Mengumpulkan cerita-cerita seru di perjalanan agar kalian tidak bosan mendengar dongeng sebelum tidur yang sumbernya adalah pengalaman ibumu sendiri. Buku-buku yang mungkin ketika kalian baca lembar halamannya sudah menguning dan berjarak beberapa puluh tahun saat dibeli dari tokonya. Peralatan outdoor yang mungkin sudah tua saat kita pakai camping di halaman belakang rumah kita nanti.

Harapku, semoga terus sehat hingga nanti aku bisa jatuh cinta pada pandangan pertama kita, sesaat setelah melahirkan kamu.

DSC_0322

Advertisements

29 Replies to “16 Juli Ini ; antara 19, Aku dan Kamu Nanti”

  1. Wah, ini tulisan ntar ibarat “kapsul waktu” kak..

    Semoga kesampaian kepada mereka generasi penerus, -yang bakal meneruskan jejak mbak nantinya..Allahumma Amiin.

    #N yang terakhir, selamat milad mbak, maaf telat.. πŸ˜€

  2. semoga kelak ketika kita sudah sama sama menikah dan hidup dengan kehidupan masing-masing, kita masih bisa ngebolang bersama anak-anak kita..
    #membayangkan suatu hari nanti..

  3. Anak2 selalu menikmati cerita seru masa kecil dan remaja orangtuanya, dan pelan2 saya kenalkan dengan alam ciptaanNya. Oh iya, kapan2 bisa ngetrack bareng saya dan teman2 kantor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s