Film Korea : My Way ; Sebuah Pengingat


Awal film bercerita tentang persaingan dua orang anak beda kebangsaan dan beda kasta, Korea dan Jepang yang saling bersaing prestasi dalam hal lari marathon. Hasegawa Tatsuo dan Kim Jun Shik. Persaingan dan dendam atas kematian kakek Tatsuo membuat hubungan mereka berubah. Nasib membawa Jun Shik menjadi seorang penarik becak khas Jepang, sedangkan Tatsuo tumbuh menjadi kalangan bangsawan  yang hidup serba kecukupan. Sayembara ujicoba olimpiade mempertemukan mereka kembali dalam persaingan marathon. Kemenangan jatuh pada Jun-Shik, namun karena konspirasi juri memutuskan Tatsuolah yang menang. Protes, sebagian imigran Korea yang memihak pada Jun-Shik membuat sebagian di antara mereka diharuskan mengabdi menjadi tentara Jepang.

Di kehidupan militer, Tatsuo kembali bertemu dengan Jun Shik. Tatsuo menjadi jenderal, yang sering menindas Jun Shik karena alasan dendam masa lalunya. Keadaan mulai berubah saat tentara Jepang kalah dalam serangan tentara Rusia. Tatsuo dan Jun Shik menjadi tawanan tentara Rusia. Tentara Rusiapun jatuh dan merupakan kesempatan bagi Tatsuo dan Jun Shik untuk melarikan diri. Dalam pelarian, mereka akhirnya bergabung dengan tentara Jerman. Awal-awal berada di Normandia-camp tentara Jerman, kehidupan terasa menyenangkan. Hari-hari diisi dengan kerja yang tak terlalu kasar seperti saat mereka berada dalam penguasaan tentara Rusia. Lagi-lagi, perang membuat keadaan berubah. Tentara sekutu menyerang dan mereka bersepakat untuk melarikan diri.

My Way

Persahabatan, perjuangan dan pengorbanan menjadi hal yang banyak saya pelajari dari film ini. Tapi satu yang menjadi renungan, betapa perang sangat tidak mengenakkan. Hal-hal buruk yang tak terbayangkan dapat terjadi. Luka, memar, kehilangan anggota tubuh, meneteskan berliter-liter darah dan berjudi dengan nyawa. Sejenak mengingatkan saya pada perjuangan para pejuang terdahulu dalam membebaskan Indonesia dari penjajahan. mengingatkan saya pada pemandangan-pemandangan indah Indonesia saat beberapa kali melakukan perjalanan. Berapa banyak nyawa yang sudah tertaruh demi memperjuangkan tanah Indonesia? Untuk menikmati alam yang sebegitu indahnya, berapa kali perang harus terjadi dalam hidup para pejuang terdahulu? Untuk kita dapat beristirahat dengan tenang saat malam hari, sudah berapa malam yang para pejuang terdahulu lewatkan dalam keadaan gelisah, tak nyaman akibat kondisi perang? Bukan hendak sok menyejarah, hanya saja, terkadang terlupa bahwa keindahan dan kenyamanan hidup kita sekarang ini, semua terasa damai berkat pengorbanan para pahlawan yang dengan ikhlasnya memilih meninggalkan kenyamanan-kenyamanan hidup demi memperjuangkan kenyamanan hidup generasi penerusnya di masa mendatang.

Advertisements

6 Replies to “Film Korea : My Way ; Sebuah Pengingat”

  1. asik abis ni cerita film ni, apalagi pas Jun-Shik kasih kalung sama si Tatsuo waktu mau meninggal. semua kawan-kwan yang nonton bareng terdiam! sepanjang hari setelah nonton saya terus byangin kelanjutan kisahnya. gimana nasib ayah dan adik jun-Shik? atau gimana bisa Tatsuo balik ke Jepang dan jadi pelari buat Korea? luar biasa!

    1. hehe, iya, bagian favorit saya ketika Tatsuo dan Jun Shik lari2an di pantai menjelang sunset.
      film korea bertemakan zaman perang memang sarat makna 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s