First Nanjak : Gunung Papandayan


Garut, 13 April 2013

Sabtu pagi itu, tibalah kami di tempat pemberhentian bus daerah Garut. Semacam terminal bayangan.  Langit masih gelap, karena jam di tangan menunjukkan masih pukul 2 pagi. Saat leyeh-leyeh menunggu kedatangan truk yang akan mengangkut kami ke pos pertama Gunung Papandayan, tiba-tiba Nissa berteriak : “ Zaaak, tas gueee.” Sontak, kamipun panik. Ya, tasnya Nissa rupanya masih tertinggal di bagasi bus Primajasa yang tadi kami tumpangi. Untunglah ada akang ojek yang dengan kemampuan bermanuver tingggi bersedia mengejar tas yang tertinggal. Setelah melakukan aksi pengejaran dan tembak-menembak ala film action, sampailah tas tersebut di tangan kami dalam keadaan yang mengenaskan, penuh luka tusuk dan kelaparan. Sejenak, kamipun bisa bernafas lega, dan dengan terkumpulnya semua harta benda, berangkatlah kami menumpang truk terbuka. Ah, petualangan dimulaiii. Dan sepanjang perjalanan, scene tas yang tertinggal menjadi bahan fresh untuk membully Nissa. *free pukpuk untuk Nissa. Hembusan angin dan gemintang yang nampak dekat  di pandangan mata menjadi teman setia mengiringi perjalanan kami.

Jam 4, kami tiba di pos pertama penanjakan . Karena langit masih saja gelap, kami bersantai di warung-warung yang tersedia. Ceritanya sih sarapan, tapi menjadi berbeda karena diiringi hembusan angin yang cukup kencang. Terpal penutup warung tak cukup rupanya melindungi kami dari dinginnya angin daerah pegunungan.

DSCF3782
keadaan sekitar warung
DSCF3784
subuhan depan warung

Mataharipun muncul, menandakan saatnya kami memulai pendakian. Awal perjalanan kami disambut oleh aroma belerang yang lumayan mengganggu pernapasan.

DSCF3795
selamat pagii
DSCF3809
masih di awal perjalanan
DSCF3831
bebatuan, everywhere
full team
formasi lengkap
DSCF3836
bau belerang mulai menemani
IMG01581-20130413-0725
ketemu pelangi

Tempat menarik selanjutnya adalah hutan mati, perpaduan tanah bebatuan yang putih dengan hitamnya sisa-sisa pepohonan yang menjulang, menimbulkan kesan kontras yang eksotis.

haru's0878

haru's0877

Perjalanan lalu mulai terjal saat mendekati area yang dinamakan Tanjakan Mamang. Tanjakannya itulooh. Kekurangan latihan fisik membuat langkah saya melemah. Aish, Diana dan Nissa tampak lenggang dalam melangkah, karena mereka hanya memanggul tas ransel biasa. Berbeda dengan yang terjadi pada saya. Kombinasi tanjakan yang terjal dan keberatan memanggul Deuttie, membuat saya melambat. Hingga akhirnya, Menyan dan Ucup berbaik hati bergiliran menggendong Deuttie. Aih, anak yang baik, cepat dapat jodoh ya nak 😀

Lalu, langkah kaki membawa saya menuju tempat yang dinamakan Tegal Alun. Mata pun disambut oleh pemandangan padang edelweiss. Ah, sungguh pemandangan yang indah. Setelah sejenak meresapi keindahan yang tersaji di depan mata, saya bergegas untuk begabung dengan kawan-kawan yang lebih dulu tiba.

166080_563841180304261_1763891779_n
edelweiss semua

Kamipun mendirikan tenda di Tegal Alun. Sungguh pengalaman unik bagi saya yang seorang newbie. Mulai dari masak menggunakan nesting, minum langsung dari air yang belum dimasak, hingga menunaikan ‘panggilan alam’ di antara rimbunnya edelweiss.

haru's0870
ngecamp
IMG01609-20130413-1156
Arul lagi ngambil air di sela bebatuan
IMG01615-20130413-1227
di antara ilalang

Perjalanan dilanjutkan keesokan paginya. Pagi itu, kami makan mewah demi menghabiskan persediaan makanan dan meringankan bawaan. Setelah makan besar, agenda selanjutnya adalah muncak. Zaki, bang Budi dan Karsel tak ikut muncak dan lebih memilih tinggal di tenda. Karena ada yang menjaga, maka kami muncak tak membawa carrier, hanya air minum dan kamera yang turut serta. Perjalanan muncak menjadi makin seru, karena ternyata ada rombongan pendaki dari Jakarta juga yang bergabung. Nambah teman deeh 😀

makan mewah
makan mewah

Perjalanan muncak diawali dengan menjelajah Tegal Alun, lalu menurun dan bertemu kali kecil yang cukup menggiurkan untuk disambangi. Lalu medan selanjutnya adalah hutan yang lumayan rapat, yang sebagian besar ditumbuhi tanaman jenis paku-pakuan dengan trek yang sempit dan berkelok-kelok. Area selanjutnya adalah hutan Cantigi, dengan tanjakan yang lumayan menguras tenaga.

di samping kali
menuju puncak, di bawahnya kali kecil

IMG-20130414-00534

Pos selanjutnya adalah puncak bayangan, di sini pemandangan terlihat bagus. Lalu melangkah lagi, tibalah kami di puncak Papandayan yang sebenarnya. Namun sayang, kabut yang datang membuat kami hanya bisa manyun karena tak melihat pemandangan yang tersaji sesungguhnya. Puas foto-foto dan bersantai, kamipun melanjutkan perjalanan untuk turun.

554013_557622934259419_177334169_n
cantigi
13876_557548630933516_1226015004_n
puncak bayangan
77155_557547527600293_1819477702_n
view dari puncak bayangan
menuju puncak
pemandangan yang menemani menuju puncak
IMG01222-20130414-0900
puncak beneran

Demi menggenapi janji, kamipun main air di kali kecil yang dilewati saat perjalanan menuju puncak tadi. Di sini, mendadak yang laki-laki menjadi anak kali,berkompetisi menunjukkan kemampuan bersalto -.-‘

532936_557625890925790_1721010517_n
mendadak jadi anak kali
IMG-20130414-00539
duyung??

Puas main air, kami kembali menuju Tegal Alun dan bersiap untuk pulang.

perjalanan nurun
perjalanan turun
haru's0880
berpapasan

IMG01631-20130414-1239

Berbagi waktu dengan alam, kau akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya. Hakikat, manusia

Eros, Ost. GIE

Advertisements

4 thoughts on “First Nanjak : Gunung Papandayan”

  1. Kalau saya, ini gunung ke dua (kalau bukit ikutan diitung). Sayang, dulu ada yang telat datang, jadi molor parah… jadinya, pas di pos udah ashar, dan naik, bikin tenda (sempet nyasar juga)

    paginya, cuman ke kawah mati, lalu main2 bentar, dan pulang… tapi menyenangkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s