Amplop Penyebab Mulas


Hari menjelang sore. Aku masih saja terpaku pada scanner di kamar, mempersiapkan berkas untuk Erasmus Mundus hingga nada dering hp yang membuatku mengentikan sejenak aktivitas. Nama kontak ” 2745926 ” muncul di layar hp.

Len, besok usai wisuda saya mau ketemu. Jangan pulang dulu.

Dengan dahi berkerut, kukirimkan sms jawaban dan kulanjut aktivitas sore itu. Ya. aku harus mempersiapkan semua dokumen untuk seleksi beasiswa EPOG dari Erasmus Mundus. Besok, genaplah sudah semua waktu persiapanku. Sudah empat tahun aku merencanakan ini. Dan dengan wisuda besok,  berarti hanya tinggal persyaratan ijazah S1 yang belum kulengkapi.

Jakarta, Desember 2016

Hampir pegal rasanya sepagian ini aku menyungging senyum. Ya, setelah sekian banyak berfoto bersama kawan-kawan, mulai terasa efeknya. Untunglah aku bukan termasuk perempuan yang rela berpegal-pegal demi menggunakan high heels, jadi kakiku tak terasa pegal. Aku masih nyaman menggunakan pantofel datar di acara-acara resmi. Seperti wisuda SMK dulu.

Belum usai acara bernarsis ria dengan Wina, teman seperjuangan sejak SMK, seseorang menyapaku dari arah belakang.

“Emm maaf, boleh diganggu sebentar Leninya?”

“Haha, silakan silakan, Len, jangan lupa. Pulang traktir makan! Giliran lo nih” ujar Wina dengan tampang yang terlihat seperti sudah sangat siap membullyku. Akupun mengikutinya berjalan, sejenak menjauhi keramaian kawan-kawan yang masih merayakan euphoria wisuda.

“Len, ini dari saya. Mohon dipertimbangkan.”

“Ini apa?” tanyaku saat menerima sebuah amplop coklat berukuran A4 tertutup rapi.

Belum sempat ia menjawab pertanyaan, sebuah nada dering hp menghentikan percakapan. Sebuah panggilan masuk dari hpnya. Aku? Hanya menunduk menekuri permukaan lantai. Warna karpet gedung ini sejenak menyita perhatianku. Belum usai aku mengikuti alur motif si karpet, ia sudah datang kembali.

“Len, maaf ya, saya ada urusan organisasi. Mau regen, jadi ada yang masih harus diurus.”

“Ini apa?”

“Kamu buka saja. Maaf ya, saya harus pergi dulu. Ada syuro. Assalamualaikum.”

“Waalaikumsalam.” jawabku dengan penuh keheranan.

Karena penasaran, bergegas aku mencari kursi terdekat, agar bisa duduk dengan nyaman sambil membaca isi amplop. Dan tanganku gemetar saat menarik beberapa lembar kertas yang di halaman awalnya terlampiri foto dan bertuliskan ” CV “.

Entahlah, mungkin harus kubatalkan acara makan-makan dengan wina sore nanti, karena mendadak perutku terasa mulas karena amplop dan isinya tadi.

flo couple

*terinspirasi dari galau karena kepingin bunga flanel yang satu ini, tp apa daya belum cukup umur (masih semester awal) -.-‘

sumber gambar dari sini

Advertisements

3 thoughts on “Amplop Penyebab Mulas”

    1. hehe, cuma punya konsep tulisannya, tp gapunya ide mau ngasih judul apa. jadilah ngasih judul begitu 😀
      btw, terimakasih sudah berkunjung ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s