Intro : Sedikit Jawaban atas Kenapa?


Selalu ada kata yang terulang ketika saya memutuskan untuk mengepak barang, mengabarkan rencana atau saat meminta izin. “Kenapa jauh-jauh sih Len?” ” Kenapa harus ke situ, main-main di Jakarta kan bisa.” “Nanti makannya susah lho, hidup tuh jangan belajar susah.” “Ih, gue sih males Len, ntar kalo mau apa-apa repot.” Ya, begitulah saat rencana menjejak kaki terlontar. Jadi, kenapa?

Sejak kecil, saya selalu betah berdiam diri di perpustakaan sekolah. Mulai dari perpus MI yang jarang sekali peminat dan perpusnya malah lebih cocok disebut tempat penyimpanan buku, karena benar-benar tak diperhatikan kerapiannya. Lalu perpus SMP yang sampai saya hapal letak buku pelajaran di mana, novel di mana, tempat yang bau kaki di mana -.- ( maklum, namanya juga anak-anak, kaus kakinya ga terlalu dipeduliin ). Saat SMK, tempat pertama kali yang ingin saya kunjungi ketika MOS adalah perpusnya. Saya begitu antusias, ingin tahu sebanyak apa buku-buku menarik yang dimiliki suatu perpustakaan sekolah. Di SMK, untunglah pembina ekskul yang saya ikuti adalah seorang pembina perpustakaan. Hehe, jadi punya kemudahan untuk ‘menjelajah’. Saat kuliah saat ini, saya cuma bisa manyun kalau masuk perpus kampus. Isinya buku pelajaran semua -.-‘ sangat menyiksa batin kekanak-kanakan saya *okemulaiabsurd

Menghabiskan waktu di perpus sejak dulu, membuat saya menyukai satu hal. Petualangan. Ya, berawal dari buku pelajaran Bahasa Indonesia jaman MI (SD ) yang banyak menyelipkan potongan cerita dari novel anak-anak, membuat saya penasaran dengan wujud buku aslinya. Seperti cerita Lima Sekawannya Enid Blyton yang kadang muncul, membuat saya menghabiskan waktu istirahat hanya untuk ‘ngubek-ngubek’ perpus, mencari cerita lengkapnya. Dan selalu ada kepuasan tersendiri, kalau sudah tahu cerita lengkapnya saat membaca potongan cerita di buku Bahasa Indonesia. Serasa tingkat kekerenan meningkat, kalau baca buku lalu terlintas di pikiran ” naah, yang ini udah baca nih, lanjutannya kan begini” atau “ini pas lagi begini, pasti lanjutannya begini.” hehe

Dan efek membaca buku-buku serial petualangannya Lima Sekawan, membuat saya banyak menerka-nerka seperti apa rasanya liburan lalu bertualang, berkemah, menyelidiki kasus, tersesat di gua lalu menemukan harta rahasia, terjebak di suatu pulau, yeah, sounds childish memang, tapi saya betah. Ya, sebelum tidur, saya lalu memutar memori petualangan-petualangan yang George dkk. lalui. Ya, saya ingin merasakan semua petualangan-petualangan itu. Dan semua keinginan tersebut, berubah menjadi impian saya. Berhubung dulu saya masih kecil, jadi hanya bisa bertualang lewat buku petualangan anak-anak. Sayapun makin berbinar kalau mendapat bahan bacaan seperti serial STOP (lupa penulisnya), serial Petualangan di Perut Bumi-nya Jules Verne, Fantomette yang menjadi pembela kebenaran ( dulu keren banget di mata saya ), lalu Pippi yang sampai sekarang saya ngiri dengan petualangan-petualangannya ( meskipun agak aneh ) dan banyak lagi yang mengisnpirasi saya untuk melakukan petualangan-petualangan menakjubkan.

Dan mumpung sekarang saya sudah mempunyai keleluasaan untuk bepergian, inilah saatnya saya merasakan petualangan milik saya sendiri. Yaay, mengutip dari perkataan bu Kingkin : ” Kesempatan jangan ditunggu, buat sendiri kesempatan itu.” Tak lupa efek nonton film-filmnya Indiana Jones, Ace Ventura juga sukses menambah keinginan berpetualang. Ditambah, saya makin sering galau kalau lihat foto-foto awan di puncak gunung TT_TT

Jadi intinyaah? Saya ini korban buku dan film -.- yaah namanya juga intro. Kalau karangan ilmiah punya latar belakang, saya di sini sedang menjelaskan latar belakang kenapa aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu banyak sekali~

Ini ceritaku, apa ceritamu? 😀

Sumber gambar dari sini , sini , sini dan sini

Advertisements

2 thoughts on “Intro : Sedikit Jawaban atas Kenapa?”

  1. he he he, ternyata ada temannya juga yang senang jalan gara-gara baca buku petualangan. Aku juga gitu Dik, ditambah komik Petualangan Tintin, Petualangan Karl May (Di pelosok-pelosok Balkan dan Winnetou), Tom sawyer. Jadilah ketika ada kesempatan mulai ngeluyr dan keterusan sampai jadi emak-emak gini 🙂

    1. hehe, iya, korban buku 😀
      wuaah, saya ga nemu tintin dan karl may di perpus tp kalo tom sawyer sempet baca. huaah, penasaran sama seri cerita petualangannya huckleberry finn >.< *seneng ternyata ada yg sepemikiran dan sebacaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s