Reuni Kecil


Bonn, Juli 2018

Yaa, dengarlah sayangku, aku mohon kau menikah denganku

ya, hiduplah denganku..

Belum usai Glenn Fredly menyanyikan bagian reff lagunya, mendadak hpku bergetar dan menghentikan playlist. Ada sms masuk rupanya. Sejenak aktivitas menghabiskan bekal sandwich kuhentikan. Sebuah nama kontak muncul. “ak1_rinda”

Len, jadi ketemuan kan? Jemput gue besok di Trudering jam 9

Dengan senyum sumringah, kubalas sms itu. Dan selanjutnya, benakku memutar kenangan lagu yang kini mulai terdengar kembali lewat headset di telinga.

Kampus UI, Depok 28 Maret 2011

berbagi kisah hidup berdua…

” Seru kali ya Len, kalo ada yang nyanyiin lagu ini buat kita,” ujar Rinda. ” Haha. Bangeet Rin.” jawabku. Dan sepanjang perjalanan menuju BEI pagi itu, kami bertukar pikiran, tentang impian, cita-cita, dan pencapaian-pencapaian yang sering sekali memenuhi benak.

***

Dan tentang Rinda, dulu kukira kami hanya akan berjumpa di SMP. Ternyata takdir mempertemukan kami di jenjang SMK. Satu hal yang kusyukuri, Rinda sering menjadi partnerku dalam lomba Akuntansi. Tenggat waktu belajar yang mepet, ketidaksiapan materi pelajaran, kegamangan kurangnya bimbingan, hingga tuntutan-tuntutan guru SMK untuk selalu menang kerap mewarnai perjuangan kala itu. Namun itulah yang membuat kami banyak bertukar pikiran, termasuk impian untuk meneruskan sekolah ke luar negeri. Berbagai cara kami tempuh, mulai dari mengunjungi pameran hingga bergerilya ke kedubes-kedubes demi mendapatkan informasi ataupun brosur. Semua hal pahit itu, kelak kukenang sebagai memori paling manis, hingga mengantarkan kami ke jalan masing-masing. Kini, Rinda berjuang S2nya di Jepang sambil terus aktif mengikuti event-event costplay. Dan itulah alasannya ia bersedia jauh-jauh ke Jerman,  karena di kampusku sedang ada JFest. Tujuan utamanya? Bukan reuni, tapi karena ikutan Costplay juga. Sigh, ga lain ga bukan -.-‘

Stasiun Trudering, Munich

“Leniii..”

“Heh Rin, kok tau? Padahal kan lagi rame gini, ga bawa papan nama pula. ”

“Haha, yaiyalah, jaket Recountrois lo itu looh mencolok banget. Masa iya banyak anak ak3 berkeliaran di sini? Ya siapa lagi kalo bukan lo?”

“Heheh, iya juga.”

“Yaudah yuk, ke flat lo. Gue laper, ada makanan kan?”

“Ada doong, kebetulan tadi masak besar. Demi menyambut kawan seperjuangan LKS. Huehehe.”

“Aaah lo Len, kapan tesis lo kelar?”

“Hehe, kapan-kapan. Oia, mau denger ini ga? Nostalgia dikit lah Rin,” ujarku sambil menyodorkan headset.

Hujan warna-warni kata orang tak mungkin

Namun itu mungkin bagiku

“Jiaah, lagu ini! Jadi kangen OAPM, ini kan waktu kita mau berangkat ke BEI kan?”

“He eh Rin, peserta lain pada tidur, kita cengengesan di bus.”

Dan jalanan kota Munich pagi itu terasa menyenangkan berkat nostalgia-nostalgia lomba yang kami bahas sepanjang perjalanan.

Image

sumber gambar dari sini

Just another flashfiction, hope will be happen someday.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s