Jalan-Lari-Makan di GBK


Minggu pagi, 31 Maret 2013

Drrt, drrt. Drrrt

Hp di sebelah saya bergetar. Huah, siapa pula hari libur gini sms? Refleks tangan ini meraih hp. Oh, sms dari Nurul.

“ Leni, udah berangkat? “ oh, Nurul nanyain berangkat, kirain ada berita penting apa gitu. HEH! BERANGKAT APAAN? Butuh beberapa detik untuk mengingat apa yang seharusnya saya lakukan pagi itu. Dan, saya baru ingat. Ingatnya telat pula -.-‘ ada janji untuk jalan-jalan pagi dengan para korban bully ( Nurul, Murni, Ikhwan, Giro dan Haidar)  di twitter. Yap, dengan segera saya bersiap-siap. Kacau, tiap janjian selaaluu kesiangan, padahal promotornya.

Rapi, saya bergegas ke rumah Ikhwan yang notabene tetangga jauh. Setelah bertemu dengan mereka, adu strategi pun dimulai. Ternyata kami fixed naik angkot menuju GBK ( Gelora Bung Karno ). Ikhwan memutuskan pulang terlebih dahulu untuk menaruh motornya. Sedangkan Giro dan Haidar, menunggu di depan masjid El-Syifa. Setelah beberapa menit menunggu, ternyata Ikhwan belum muncul juga. Giro dan Haidar memutuskan untuk menyusul Ikhwan. Di tengah masa penantian, *halah saya, Murni dan Nurul curiga. Lho, kok mereka bertiga lama amat. Sayapun terngiang memori lama lama semasa SMP. Ada salah seorang kawan yang berkata :

“ Ikhwan kan kalo nyisir lama, ditunjukkin dulu ke mamanya.”

Oalah, sontak kami para perempuan panic bukan kepalang. *oke,ini lebay. Jangan-jangan Ikhwan beneran lama nyisir! Atau tambah make-up’an. Atau malah Giro dan Haidar saling membantu dalam mendempul ( apa coba ) wajah mereka T_T

Dan berjalanlah kami kontingen perempuan ke rumah Ikhwan yang letaknya tak jauh dari tempat kami berkumpul tadi. Tatkala kami menunggu di depan gerbang, muncullah mamanya Ikhwan yang notabene sudah mengenal saya sejak masa-masa MI. Setelah ajang lama-tak-jumpa-salam-sama-orangtu, muncullah ketiga makhluk berjakun yang daritadi kami tunggu. Lho, kok ga ada bedak di muka mereka? Yeah, ternyata mereka lama karena sarapan, parah! Dan mereka sarapan ga ngajak2, parah kuadrat lah! Kirain, lama karena bahu-membahu dalam berdandan *penonton kecewa. Segeralah kami mencari angkot menuju GBK.

Berkat bantuan bus Transjakarta, sampailah kami di kawasan Gatot Subroto. Keanehan mulai terjadi. GBK di mana ya? Setelah tanya sana-sini, kami masuk kawasan DBK dari arah belakang. Saat kami berjalan di bawah jembatan penyeberangan, hawa dingin tiba-tiba menghampiri. Kami masih saling terdiam saat itu. Begitu berjalan agak jauh, noraknya mulai muncul. “ Eh, kok tadi dingin ya? “ kamipun sibuk berpikir. Setelah berpikir keras selama 6 detik, kami menyerah dan memutuskan untuk tidak ambil dompet orang pusing.

Kami tiba di dalam kawasan GBK. Rame, banyak yang lari pagi *yaiyalah. Sebelum mulai lari, kami membuat kesepakatan. “ Kita lari 5 putaran, nanti ketemu di pintu V !” okesip.

Putaran pertama :

Me         : “ Rul, ada stan Cimory “

Nurul     : “ntar beli, bareng mereka “

Murni    : “ ada Coolant juga kak”

Btw, cimory adalah minuman yoghurt rasa buah produksi Indonesia

cimory

Putaran kedua :

Me         : “ Rul, beli Cimory aja yuk “

Nurul     : “ayok!”

Murni    : “ aku juga mau beli Coolant kak!”

Kami      : ( menghentikan langkah  dan bergegas menuju stan jajanan )

Me         : “ sarapan aja yok, tadi ada kantin di sebelah sana “

Kami        : ( membelokkan langkah dari jalur lari menuju kantin ) lalu ( menikmati bubur ayam dengan rasa tak bersalah )

Dan ketika kawanan makhluk berjakun tiba, kami hanya bisa cengengsan sanbil mengaku sudah lari 5 putaran -.-

Setelah amunisi terisi penuh, kami memutuskan pulang. Tak lupa foto-foto di sekitar kawasan GBK. Karena salah jalur, ternyata kami harus jalan memutar, mengelilingi hampir sekompleks perkantoran TVRI. Ulala. Untunglah banyak pedagang tanaman hias di sepanjang trotoar, jadi panasnya kota Jakarta di siang hari tak terlalu menyengat. Ketika perjalanan menemukan belahan hati  halte busway, kami melewati area di bawah jembatan penyeberangan yang memberikan hawa dingin saat berangkat tadi. Penasaran, kami selidiki, ternyata semacam blower tooh -.- Dan karena kami makhluk norak, Ikhwan berkata ide cemerlang. “ Eh, jalannya lama-lamain aja. “ Dan jadilah kami berjalan sengaja dilambat-lambatkan ketika melewati blower AC gedung kantor tersebut. Kamipun pulang masih dengan menumpang bus Transjakarta.

gbk

untunglah ada orang yang mau fotoin kita -.-‘

Dan #kulinertraveler kali ini adalaaah, bubur ayam di kanti GBK! Hoho. Buburnya enak, potongan ayamnya dicampur potongan jamur. Kerupuknya agak beda sih, karena menggunakan potongan kecil kerupuk pangsit. Tapi soal rasa, enaaak. Ditambah sebotol Cimory dan nostalgia jaman SMP, lengkaplah sudah petualang Jalan-Lari-Makan di GBK kali ini. Kesimpulannya adalah, ke GBK cuma lari 2 putaran lalu numpang makan bubur dan minum Cimory. Latihan fisik? Sangat kuraang -___-

Advertisements

2 Replies to “Jalan-Lari-Makan di GBK”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s