Secuplik Episode Upgrading Faris8 #3


Jakarta, 9 Maret 2013

Jam di tangan mengabarkan sebentar lagi jam 8 malam. Namun sang dosen masih saja asyik dengan ceritanya. Pffft, gelisahlah saya, janjian dengan kawan jam 8 di terminal, lha ini masih di kampus. Begitu sang dosen menyudahi kuliahnya, bergegas saya menuju terminal Kampung Rambutan. Rusuh, karena baru pertama kali ke teminal tersebut dan sok-sokan tahu daerah sana -.-‘

Akhirnya, tibalah saya di teminal dengan selamat dan tak tertinggal suatu apapun. Setelah sibuk cari-cari lokasi di mana si Fajriyah menyembunyikan ayam curiannya berada, kamipun membunuh rasa lapar yang mulai menguasai situasi. Yup, malam itu kami akan berngkat menuju kawasan Puncak untuk menghadiri kegiatan yang diadakan Forum Alumni Rohis SMKN 8 ( Faris 8 ). Acara tunggu-menunggu-dengan-ketidakjelasan cukup lama di terminal. Mulai dari janjian dengan Linda ( sibuk debat yang mana plang nama yang mana pos polisi ), hingga menunggu ikhwannya yang sepertinya tidak terlalu familiar bepergian. Agak panik, karena dari sekian angkatan, hanya kami berenam yang menyusul, angkatan paling muda, belum banyak pengalaman bepergian jauh, paling lugu dan paling unyu.

Image

Terminal Kampung Rambutan di malam hari

 

Saya mau share sedikit pengalaman pertama naik bus antarkota secara mandiri. *biasanya ke mana-mana ada pendamping yang lebih tua

  1. Cari bus yang mencantumkan nama tempat tujuan *yaiyalah
  2. Masuk bus mendahulukan kaki kanan
  3. Tidak perlu mengucapkan ‘Assalamualaikum’ ke penghuni bus
  4. Cari tempat duduk yang mendukung. Di belakang sopir lumayan, karena selain bisa melihat pemandangan yang lebih jelas dari jendela depan, lebih mudah untuk tanya-tanya arah ke sopirnya
  5. Biasanya selang beberapa menit, kondektur akan menagih ongkos. Jangan cuma dikasih senyuman, apalagi cuma ngasih nama twitter. Waktu itu begitu pak kondektur menghampiri, saya tanya nama twitternya harga ongkosnya, lalu dengan mengangsurkan uang 20ribuan, resmilah saya menjadi penumpang bus Jakarta-Puncak

Selama perjalanan, resahlah saya, karena samasekali buta arah. Beruntung kakak-kakak yang sudah tiba di villa masih bersedia menahan untuk tidak tidur demi memberikan arahan. Mencoba menghibur diri, saya melirik ke jendela samping. Kereeen, pemandangan perbukitan yang dihiasi kelap-kelip lampu perumahan dari kejauhan, mampu membuat diri ini terperangah. Ada hal nyeleneh di perjalanan kali ini. Kak Ida bilang “ deket botol kecap, di Puncak Pass.” Begitu melihat semacam tugu botol kecap, saya segera menelepon kak Ida

Me : “ kak, udah di botol kecap nih, terus gimana? “

Fajriyah : (nyeletuk) “udah, bawa pulang”

Me :  -.-‘

Selesai koordinasi, akhirnya kami melihat villa yang dimaksud. Dengan langkah jumawa, kami meminta bus berhenti, dan sampailah kami di tempat tujuan. Jam 2 pagi kami tiba di Villa Bata. Disambut dengan udara dingin khas kawasan Puncak. Brrr~

Aktivitas pagi hari, dimulai dengan QL lalu sharing. Kemudian dilanjutkan dengan senam pagi. Beuhh, berasa kikuk semua, maklum, rajin olahraga cuma saat bersekolah. Lulus sekolah? Hilanglahhh kegiatan berolahraga -.-

Image

senam pagi

Acara kemudian dilanjutkan dengan jalan-jalan pagi, sarapan, lalu materi. Senang rasanya bisa berkumpul dalam keluarga Rohis 8 >.<

Image

 materi

Setelah serangkaian acara berlangsung, tibalah di penghujung perjumpaan. Yaks, waktunya pulang. Huaaah, padahal baru nyampe beberapa jam, udah mau pulang aja. Perjalanan pulang tidak seperti saat saya dan kawan-kawan berangkat. Kami menggunakan bus TNI, lumayan. Sederhana, tapi syahdu *halah. Saya dan Fajriyah sengaja duduk di kursi paling depan. Selain agar lebih mudah melihat pemandangan, ternyata membuat saya lebih akrab dengan pak sopir. Ya, sepanjang perjalanan, pak sopir yang anggota TNI juga, bercerita tentang perngalaman masa mudanya mendaki Gunung Gede. Ya, pak sopir jadi ngomongin Gunung Gede gara-gara saya heboh nunjuk-nunjuk penampakan Gunung yang muncul di jendela depan. Hehe, perjalanan kali ini menyenangkan. Selain perjalanan perdana bepergian mandiri, juga karena saya banyak sharing dengan kakak-kakak yang sudah berpengalaman mendaki gunung. *lagi-lagi karena saya heboh -.-

Image

saya dan Fajriyah 😀

Image

penampakan relief bumi yang bikin saya heboh -.-‘

Image

may we’ll meet again in jannah? 🙂

Sekian perjalanan saya kali ini,dan belum ada cerita #kulinertraveler yang bisa dimuat, mengingat ini acara yang sudah terkonsep, jadi makanannya masih makanan “normal”, maaf karena telat postingnya ( telatnya kebangetan ).  -.-

Salam super -.-9

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s