Hujan dan Teduh


Berkat status facebook seorang teman, akhirnya saya tertarik pada buku ini. Dari sampul belakang, kata-katanya.. beuhh. Melankolis abiis. Awalnya saya mengira ini buku kumpulan puisi. Saat dibaca, ternyata novel roman. Kena tipu deeeh 😀 hehe. Tapi ceritanya, kalian baca sendiri deeeh, hehe

Ini dia kata-kata yang membuat saya penasaran

Kepadamu, aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi ragu.

Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka. Dan, kebersamaan cuma memperbanyak ruang tertutup.

Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan. Ya, jalanmu dan jalanku. Meski, diam-diam, aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu.

Aku dan kamu, seperti hujan dan teduh. Pernahkah kau mendengar kisah mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan. Seperti itulah cinta kita. Seperti menebak langit abu-abu.

Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan….

hujan dan teduh-wulan dewatra

Meski, diam-diam, aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu.

source : Goodreads

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s