Di Antara Tahun-tahun dalam Hidup

Di antara sekian banyak makian, tangisan, pengembalian diri pada harapan, saya melampaui titik sakral dalam hidup yang selalu saya tunggu setiap tahunnya : hari kelahiran.

Agak susah rasanya bagi orang di sekitar saya untuk menemukan sosok seorang Leni yang penuh harap, penuh motivasi, serta semangat yang menggebu-gebu. Hingga saya menemukan lagu yang sekiranya cocok sebagai lagu tema yang mesti diputar sepanjang tahun : Dawes – When My Time Comes.

So I took what I wanted
And put it out of my reach
I wanted to pay for my successes
With all my defeats

Continue reading “Di Antara Tahun-tahun dalam Hidup”

Advertisements

Avengers Social Club : Karena Perempuan Butuh Ngumpul Supaya Kuat

f131509040462866705(0)

3 orang ibu-ibu dan 1 orang remaja SMA berkumpul dan membentuk sebuah geng rempong untuk melancarkan misi balas dendam kepada orang-orang yang selama ini menyakiti mereka. 4 orang tak saling kenal yang kemudian berkumpul dan memunculkan kehangatan-kehangatan keluarga yang selama ini mereka tak pernah punya.

Continue reading “Avengers Social Club : Karena Perempuan Butuh Ngumpul Supaya Kuat”

Hikayat Dapur yang Tak Hanya Sekadar Perut

Laksana semesta berkonspirasi, hari ini saya mendarat pada postingan-postingan di medsos mengenai kegiatan memasak sendiri. Meski perdebatan mengenai urgensi bisa-tidaknya seorang perempuan memasak dalam sebuah rumahtangga, saya kali ini mencoba memandang kegiatan masak-memasak dari sisi seninya. Karena saya mempercayai pendapat yang menyatakan setiap kegiatan di dunia ini meski bukan menghasilkan karya seni layaknya kriya-kriya hasil tangan manusia lainnya, setiap kegiatan pasti memerlukan teknik, metode, serta siasat maupun cerita dalam setiap perjalanannya.

Continue reading “Hikayat Dapur yang Tak Hanya Sekadar Perut”

Rindu yang Kian Rumit

2017 yang hina-dina telah berlalu, sekarang muncul tahun yang baru dengan beragam kesempatan baru.

Saya jarang menuliskan pendapat pribadi di sini, biasanya di akun tumblr. Tapi karena baru saja mengganti tema layout yang sejauh ini sih saya suka, maka saya ingin ‘memerawani’ dengan jalan mempublikasikan tulisan baru di sini.

2018 datang dengan penawaran-penawaran untuk hal-hal baru, ataupun hal-hal lama yang sudah lama saya tinggalkan dan kini ada kesempatan untuk mengulangnya kembali : naik gunung. Continue reading “Rindu yang Kian Rumit”

Momong Ponakan di Museum Gajah & Kota Tua

momong ponakan di museum gajah & kota tua

Jakarta, 10 Desember 2016

Sejak pagi saya telah bersiap menguleni adonan roti untuk bekal piknik hari itu. Roti terpanggang, makanan siap, bersegeralah saya menjemput Rahma. Setelah bertemu, kami menuju halte bus transjakarta Ragunan. Motor telah terparkir, bersegeralah kami menuju tempat pertama yang ingin kami kunjungi : Museum Gajah. Tempat ini dipilih karena saya pernah menceritakan kegiatan Akhir Pekan di Museum yang beberapa kali sempat saya ikuti. Continue reading “Momong Ponakan di Museum Gajah & Kota Tua”

Constantly Akrab ke Bogor

Vantage Points

Bepergian dengan seseorang, hanya akan menghasilkan dua hal : makin akrab atau makin ga akrab. Kali ini, cerita tentang makin akrabnya.

Pasar Minggu, 29 September 2016

Pagi-pagi saya sudah memarkirkan motor di stasiun Pasar Minggu ditemani Arra yang mestinya saya ajak dia bepergian sejak hari kemarin begitu sampai di Jakarta tapi batal karena berbagai drama yang penyebabnya adalah saya sendiri, ehehe. Selepas beli tiket, kami menaiki kereta komuter menuju stasiun Bogor, sebagaimana rencana kami hari ini untuk menghabiskan waktu mumpung Arra yang jauh-jauh dari Semarang lagi di Jakarta. Kira-kira satu jam kemudian, tibalah kami di Bogor. Karena sedari pagi gak nendang sarapan seadanya, saya mengajak Arra mencari pedagang soto mie Bogor yang saya ingat pernah mencicip yang enak di samping kantor PLN depan stasiun Bogor. Dan benar saja, masih ada pedagangnya, meski seingat saya dulu sih penjualnya bapak-bapak dan sotonya kurang gurih tak seperti yang dulu saya coba 😦 Saya pesan yang kuah bening, sementara Arra pesan yang kuah santan. Continue reading “Constantly Akrab ke Bogor”

Ngayogyakarta : in Search for A Love Beach, Sadranan

Ngayogyakarta (1)

..seorang lelaki, tengah memandangi pantulan air, tengah bersiap melompat menuju air. Kawannya yang lain, menunggu di tepian sembari bercengkrama dan tertawa riang. Hati pun siap, bersama seorang kawannya yang sama-sama menggunakan pakaian renang ia berhitung, lalu potongan adegan menampilkan riak air efek mereka meluncur menuju air. Menyentuh air yang dingin, muncullah potongan lagu yang berlirik :

This is the place where I’m going to

The place I’ll take you

To Sadranan beach of Jogjakarta

Continue reading “Ngayogyakarta : in Search for A Love Beach, Sadranan”

Europe on Screen 2017 : Alternatif Pilihan Tontonan

slider1

Apa yang saya tunggu di tiap pergantian tahun?

Tentu saja menunggu bulan Mei datang.

Bulan Mei, bulannya Uni Eropa. Selain memang getol menggelar acara di tiap pusat kebudayaannya di bulan-bulan lainnya, bulan Mei inilah banyak pemutaran film di beberapa pusat budaya negara-negara Uni Eropa. Continue reading “Europe on Screen 2017 : Alternatif Pilihan Tontonan”

Kirikou et les Hommes et les Femmes (2012) : Between Child and Community

KIRIKOU

Semula layar didominasi warna kuning dilatari tabuhan musik ceria yang kelak mengantarkan kita pada kekhasan alam Afrika, lalu muncul sesosok tua di ruangan serba biru yang bercerita tentang kisah keseharian cucunya. Lalu latar cerita berganti tempat ke sebuah desa dengan seorang anak kecil enerjik yang seringkali telanjang, dengan cerdik dan kepolosannya satu-persatu terlibat berbagai peristiwa yang muncul di kampung kecilnya. Semua kisah dalam film ini disajikan dalam potongan kisah tersendiri, sesuai tuturan cerita sang kakek. Continue reading “Kirikou et les Hommes et les Femmes (2012) : Between Child and Community”

Alone – Season 3 (2016) : Betapa Tuanya Peradaban Manusia

Alone - Season 3

Ada masa di mana saya susah untuk me-move-on-kan diri dari bayang-bayang drama Korea Signal ataupun susahnya menyabarkan diri dari munculnya episode One Piece setiap minggu. Maka obat terbaiknya adalaaah : cari tontonan lain!

Dan saya sedang tidak berselera untuk beralih ke judul drama Korea ataupun anime lainnya, jadilah saya mencari tv series yang sekiranya cocok untuk pengobat kangen gunung yang sudah mengendap terlalu lama. Jadilah saya ketemu Alone season 3 ini, yang membuat mata kian belekan akibat ga sabaran kalau nontonnya dihemat-hemat, dan membuat episode Black Mirror pun terabaikan. ehehe. But trust me, buat yang lagi kangen-kangennya naik gunung, maka inilah tontonan yang menurut saya sih tepat banget. Ga cuma jual pemandangan ataupun turisme semata, karena pengalaman di alam bebasnya bener-bener nyata.

Continue reading “Alone – Season 3 (2016) : Betapa Tuanya Peradaban Manusia”

If Cats Disappeared from The World (2016) : How Actually Does Life Feels Like?

acorn

“If I disappeared from the world.. the dreams and wishes I couldn’t think about, things that I couldn’t do when I was alive, and things I want to redo.. there must be many regrets left behind. But the world where I existed and the world where I vanished.. I want to believe they are different. It may be an insignificant change, but it’s proof that I was alive. Struggling and worrying, these are proof that we’re alive.”

Percayalah, bahasan kali ini bukan tentang film kucing yang tiba-tiba hilang di muka bumi semata. Saya pun kecele saat pertama kali melihat poster filmnya di postingan instagram, huhu.

Continue reading “If Cats Disappeared from The World (2016) : How Actually Does Life Feels Like?”

Children Who Chase Lost Voices (2011) It’s Okay to Letting Go the People We Loved

Mitos tentang orang menuju ke bawah bumi untuk membangkitkan orang, ditemukan di seluruh dunia. Negeri Yomi, Underwold, Hades, Shambala, Agartha, mereka dipanggil dengan nama yang berbeda. Tetapi mereka semua berkata berada di dunia di bawah bumi. Orang pernah percaya bahwa di bawah bumi tersimpan rahasia untuk kematian itu sendiri.

Asuna, sumber dari sini
Asuna, sumber dari sini

Asuna, seorang gadis yang hidupnya terlalu sering diliputi kesepian. Ayahnya meninggal sejak ia kecil, ibu yang sibuk bekerja, menjadikan ia sosok pelajar yang gila belajar dan tak banyak memiliki teman. Bahkan, ia cenderung menutup diri dari teman-teman yang mencoba mendekatinya. Atas kesendiriannya itulah, ia sering menghabiskan waktu di bebatuan puncak bukit, membangun markas rahasianya dan bereksperimen Continue reading “Children Who Chase Lost Voices (2011) It’s Okay to Letting Go the People We Loved”