Constantly Akrab ke Bogor

Bepergian dengan seseorang, hanya akan menghasilkan dua hal : makin akrab atau makin ga akrab. Kali ini, cerita tentang makin akrabnya.

Pasar Minggu, 29 September 2016

Pagi-pagi saya sudah memarkirkan motor di stasiun Pasar Minggu ditemani Arra yang mestinya saya ajak dia bepergian sejak hari kemarin begitu sampai di Jakarta tapi batal karena berbagai drama yang penyebabnya adalah saya sendiri, ehehe. Selepas beli tiket, kami menaiki kereta komuter menuju stasiun Bogor, sebagaimana rencana kami hari ini untuk menghabiskan waktu mumpung Arra yang jauh-jauh dari Semarang lagi di Jakarta. Kira-kira satu jam kemudian, tibalah kami di Bogor. Karena sedari pagi gak nendang sarapan seadanya, saya mengajak Arra mencari pedagang soto mie Bogor yang saya ingat pernah mencicip yang enak di samping kantor PLN depan stasiun Bogor. Dan benar saja, masih ada pedagangnya, meski seingat saya dulu sih penjualnya bapak-bapak dan sotonya kurang gurih tak seperti yang dulu saya coba 😦 Saya pesan yang kuah bening, sementara Arra pesan yang kuah santan. Continue reading Constantly Akrab ke Bogor

Ngayogyakarta : in Search for A Love Beach, Sadranan

..seorang lelaki, tengah memandangi pantulan air, tengah bersiap melompat menuju air. Kawannya yang lain, menunggu di tepian sembari bercengkrama dan tertawa riang. Hati pun siap, bersama seorang kawannya yang sama-sama menggunakan pakaian renang ia berhitung, lalu potongan adegan menampilkan riak air efek mereka meluncur menuju air. Menyentuh air yang dingin, muncullah potongan lagu yang berlirik :

This is the place where I’m going to

The place I’ll take you

To Sadranan beach of Jogjakarta

Continue reading Ngayogyakarta : in Search for A Love Beach, Sadranan

Europe on Screen 2017 : Alternatif Pilihan Tontonan

Apa yang saya tunggu di tiap pergantian tahun?

Tentu saja menunggu bulan Mei datang.

Bulan Mei, bulannya Uni Eropa. Selain memang getol menggelar acara di tiap pusat kebudayaannya di bulan-bulan lainnya, bulan Mei inilah banyak pemutaran film di beberapa pusat budaya negara-negara Uni Eropa. Continue reading Europe on Screen 2017 : Alternatif Pilihan Tontonan

Kirikou et les Hommes et les Femmes (2012) : Between Child and Community

Semula layar didominasi warna kuning dilatari tabuhan musik ceria yang kelak mengantarkan kita pada kekhasan alam Afrika, lalu muncul sesosok tua di ruangan serba biru yang bercerita tentang kisah keseharian cucunya. Lalu latar cerita berganti tempat ke sebuah desa dengan seorang anak kecil enerjik yang seringkali telanjang, dengan cerdik dan kepolosannya satu-persatu terlibat berbagai peristiwa yang muncul di kampung kecilnya. Semua kisah dalam film ini disajikan dalam potongan kisah tersendiri, sesuai tuturan cerita sang kakek. Continue reading Kirikou et les Hommes et les Femmes (2012) : Between Child and Community

Alone – Season 3 (2016) : Betapa Tuanya Peradaban Manusia

Ada masa di mana saya susah untuk me-move-on-kan diri dari bayang-bayang drama Korea Signal ataupun susahnya menyabarkan diri dari munculnya episode One Piece setiap minggu. Maka obat terbaiknya adalaaah : cari tontonan lain!

Dan saya sedang tidak berselera untuk beralih ke judul drama Korea ataupun anime lainnya, jadilah saya mencari tv series yang sekiranya cocok untuk pengobat kangen gunung yang sudah mengendap terlalu lama. Jadilah saya ketemu Alone season 3 ini, yang membuat mata kian belekan akibat ga sabaran kalau nontonnya dihemat-hemat, dan membuat episode Black Mirror pun terabaikan. ehehe. But trust me, buat yang lagi kangen-kangennya naik gunung, maka inilah tontonan yang menurut saya sih tepat banget. Ga cuma jual pemandangan ataupun turisme semata, karena pengalaman di alam bebasnya bener-bener nyata.

Continue reading Alone – Season 3 (2016) : Betapa Tuanya Peradaban Manusia

If Cats Disappeared from The World (2016) : How Actually Does Life Feels Like?

“If I disappeared from the world.. the dreams and wishes I couldn’t think about, things that I couldn’t do when I was alive, and things I want to redo.. there must be many regrets left behind. But the world where I existed and the world where I vanished.. I want to believe they are different. It may be an insignificant change, but it’s proof that I was alive. Struggling and worrying, these are proof that we’re alive.”

Percayalah, bahasan kali ini bukan tentang film kucing yang tiba-tiba hilang di muka bumi semata. Saya pun kecele saat pertama kali melihat poster filmnya di postingan instagram, huhu.

Continue reading If Cats Disappeared from The World (2016) : How Actually Does Life Feels Like?

Children Who Chase Lost Voices (2011) It’s Okay to Letting Go the People We Loved

Mitos tentang orang menuju ke bawah bumi untuk membangkitkan orang, ditemukan di seluruh dunia. Negeri Yomi, Underwold, Hades, Shambala, Agartha, mereka dipanggil dengan nama yang berbeda. Tetapi mereka semua berkata berada di dunia di bawah bumi. Orang pernah percaya bahwa di bawah bumi tersimpan rahasia untuk kematian itu sendiri.

Asuna, sumber dari sini
Asuna, sumber dari sini

Asuna, seorang gadis yang hidupnya terlalu sering diliputi kesepian. Ayahnya meninggal sejak ia kecil, ibu yang sibuk bekerja, menjadikan ia sosok pelajar yang gila belajar dan tak banyak memiliki teman. Bahkan, ia cenderung menutup diri dari teman-teman yang mencoba mendekatinya. Atas kesendiriannya itulah, ia sering menghabiskan waktu di bebatuan puncak bukit, membangun markas rahasianya dan bereksperimen Continue reading Children Who Chase Lost Voices (2011) It’s Okay to Letting Go the People We Loved

The Imitation Game : Cz Everything Has A Price

Saya lupa, denger tentang film The Imitation game ini di podcastnya bang Adriano Qalbi karena faktor teknologi kriptografi yang dipakai di saat zaman perang atau karena pembahasan penemu komputer modern itu sebenarnya bukan yang selama ini kita kira.

Hingga akhirnya saya mencoba mendonlotnya dan menghasilkan kepala yang sibuk menebak-nebak, hendak memberi judul apa yang tepat dalam menggambarkan keseluruhan garis besar dari film ini. Hingga rasanya, frasa ‘everything has a price’ rasanya lumayan tepat juga.

Continue reading The Imitation Game : Cz Everything Has A Price

Sejarah Kemang dan Keprihatinan Lainnya di ICAD 7th

12 Oktober 2016

“.. di gps harusnya lurus, tapi di rambu ga boleh lurus, harus belok kiri. Sedangkan di gps dibilangnya Grand Kemang itu tinggal lurus lagi. Ga mungkin kan ngelawan rambu. Yah yaudahlah pasrah. Sayapun belok kiri, dengan hati pasrah sudah kalau ternyata nyasar..”

Pagi itu saya melintasi jalanan di Kemang dengan dada berdebar. Tujuan saya ialah hotel Grand Kemang, tapi dengan pengalaman ngubek-ngubek Kemang cuma ke Kemang Barat tiap berkunjung ke rumah teman, maka saya mengendarai motor bersenjatakan gps hp dengan rasa was-was dan pasrah. Kalau ga ketemu, yaudahlah.

Continue reading Sejarah Kemang dan Keprihatinan Lainnya di ICAD 7th

Mai Mai Miracle (2009) dan Tentang Teman Bermain yang Ajaib

Dalam masa kecil, kita pasti punya teman bermain yang ajaib. Yang benaknya penuh diisi imajinasi hebat, dan selalu ada untuk melindungi serta menyenangkan kita. Coba diingat-ingat, ada atau tidak? Yang jelas, Kiiko punya teman yang seperti itu.

Film ini berlatar tahun 1955, 10 berlalu sejak Perang Dunia II berakhir di Jepang. Hiduplah Shinko yang punyai ‘mai mai atau biasa kita sebut ‘user-useran di rambut’, duduk di kelas 3 SD dan sering mengkhayalkan dunia sekitarnya dengan cerita-cerita dari kakeknya tentang lingkungan mereka yang dulunya menjadi ibukota, 1000 tahun yang lalu. Btw, kakeknya Shinko ini tipe-tipe kakek lovable yang senang dongeng, senang membuatkan mainan untuk cucunya, dan figur kakek yang bisa dicurhati atau ditanyai ini-itu tanpa sekalipun menghardik karena meresa direweli atau diganggu oleh cucunya yang penuh rasa ingin tahu. Bagi orang-orang dewasa yang punya sosok kakek semacam ini, pastilah meninggalkan kesan mendalam saat kita tumbuh besar.

Continue reading Mai Mai Miracle (2009) dan Tentang Teman Bermain yang Ajaib

Niat yang Menjadi Nyata di Gunung Guntur

“Saar, ada mobil Saaar. Ayo cepetan…” sontak kami pun berlari semampu kami, meski kaki sudah begitu pengkor akibat turun menuruni trek berkerikil dengan ngesot. Entah diletup api semangat dari mana, tubuh-tubuh yang terlalu lemah itu kembali bugar mengejar suara truk pickup sembari menerjang tumpukan batu bekas galian pasir…

Saat berada di Gunung Putri, saya dan Pandu melontarkan ajakan untuk mendaki gunung sambil nyebrang pulau. Tersebutlah teh Ghemi dan Salman mengiyakan untuk bergabung. Berikutnya, terbersitlah ide untuk latihan fisik di Gunung Guntur. Tanggal dipilih, pasukan disiapkan, berangkatlah kami ke Gunung Guntur dengan niat mengolah fisik. Sungguh mulutmu harimaumu itu benar nyata adanya, niat sederhana itu berubah menjadi nyata *elap airmata*.

Continue reading Niat yang Menjadi Nyata di Gunung Guntur

Wolf Children (2012) and How Women Supposed to Be

Biasanya ngepost review film di sini, tapi berhubung lagi gandrung sama per-gif-an-dari-scene-anime, ditambah biar lebih enak pengarsipan postsnya, maka ditulislah di sini.

Semua berawal dari dorongan untuk download film animasi dengan semena-mena tanpa mengindahkan judul maupun isi filmnya. Pokoknya ada stok film aja dulu. Sampai akhirnya saya membuka salah satu file dan judulnya “Wolf Children”, dan membuat saya dalam hati berujar “Lah, ga salah donlot nih?”. Selanjutnya, karena toh acara tv pun tak banyak yang menghibur, akhirnya ditontonlah itu film. Dan ternyata cakeep!!

Continue reading Wolf Children (2012) and How Women Supposed to Be